Ketika Rumit Bertemu Aneh
Rumit menelpon Aneh
Dan Aneh mengabaikan Rumit
Rumit meninggalkan Aneh
Lalu Aneh mencari Rumit
Mengejutkan bagi Rumit, terlambat bagi Aneh
Rumit marah-marah, lalu berkata : I do care of you.
Aneh tersinggung, lalu berkata : and I like you.
Rumit bingung, namun menjawab : I like you too.
Rumit berkata : aku mau pulang
Aneh menjawab : ƴα sudah pulang saja
Namun Rumit tak pulang-pulang, karena Aneh menarik lengannya.
Dan Rumit memang tak ingin pulang.
Rumit berkata tidak dan memang maksudnya tidak.
Aneh menjawab mungkin namun maksudnya iya.
Namun sebenarnya hati sama-sama bermaksud mengatakan iya.
Hanya saja mereka memang Rumit dan Aneh.
Jelek, gendut, dan sensitif, itu yang selalu Rumit katakan.
Jelek, buncit, jahat dan tak punya perasaan, itu yang selalu Aneh katakan.
Tapi Rumit tak mau berlalu, dan Aneh tak mau ditinggalkan.
Karena Rumit dan Aneh ternyata saling mengerti.
Mata keranjang dan genit, Rumit selalu bermain-main dengan itu.
Terjebak masa lalu dan sulit membuka hati, Aneh selalu terjebak dengan itu.
Rumit harus menghentikan itu dan Aneh harus memulai itu.
Namun Rumit memaafkan dosa terbesar Aneh
Dan Aneh mencoba mengerti peran ganda Rumit
Rumit dan Aneh tanpa tersadar belajar menerima yang terburuk dari terburuk.
Rumit dan Aneh tanpa tersadar terbius satu sama lain.
Rumit berteori utara dan selatan saling bertarikan.
Aneh beralibi negatif dan negatif akan menjadi positif.
Teori Rumit sepenuhnya benar.
Alibi Aneh semoga menjadi kenyataan.
Dan saat ini Rumit tidak lagi terlalu rumit seperti yang Rumit ingin menjadi rumit.
Begitu pula Aneh tidak lagi terlalu aneh seperti yang Aneh ingin menjadi aneh.
Rumit dan Aneh ternyata Simple dan Unik.
Rumit dan Aneh sebenarnya begitu.
Rumit punya terlalu banyak pemikiran
Aneh tidak sepenuhnya tahu apa itu
Tapi Rumit selalu ingin bersama Aneh, begitu pula sebaliknya
Hanya saja Aneh ingin Rumit tahu, kalau Rumit begitu berharganya, dan Aneh tidak akan bosan, sedikit pun tidak.
1 mili meter
0 mili meter
Rumit dan Aneh
Rumit dan Aneh
Lalu Rumit membuka buku ceritanya, mempelajari daftar isinya.
Lalu Rumit mengajak Aneh untuk membaca bagian demi bagian dari cerita.
Aneh bertanya mengenai daftar pustaka buku itu.
Namun Rumit berharap buku itu tidak pernah ada daftar pustakanya.
Rumit dan Aneh membaca buku itu bersama.
Rumit tidak lagi terlalu rumit seperti yang Rumit ingin menjadi rumit.
Aneh tidak lagi terlalu aneh seperti yang Aneh ingin menjadi aneh.
Rumit dan Aneh begitu lah mereka.
Mereka hanya orang yang ingin bahagia.
