Berusaha Menguak Misteri Tanggal Kelahiran Saya Sendiri
OMG, I can’t believe that I am 25th years old. I can’t believe that the time goes so fast and I even can’t remember what I did the day before yesterday, but still remember with a brilliant memory about my first kiss. Ahahaha! Actually, it will be nice if everyone can share their experience in 25 years of their living, because 25 is age where you come to a new era. Or what the h**l they called it? Silver ages? Yeah, right! Somethin’ like that lah.
Tapi mengingat perjalanan hidup saya yang masih relative pendek dan saya tidak memiliki pengalaman hidup panjang dari jaman pengeboman Hirosima – Nagasaki, rasanya saya belum pantas untuk membagi-bagikannya dengan penuh rasa bangga bak Santa Claus membagikan kotak hadiah kepada anak-anak baik hati dan tidak nakal. Apalagi dilihat dari segi perjalanan karier saya yang masih seumuran delapan kali panen padi dan rasanya masih suka melakukan gerakan baris-berbaris jalan di tempat (baca : karyawan rendahan dengan gaji pas-pasan yang bikin hati ngilu plus miskin pengetahuan), rasanya juga nggak tepat saya membagikan ilmu saya. Jadi saya memutuskan untuk menuliskan hal yang lainnya saja.
Seharian ini saya mengubek-ubek google, mencari peristiwa penting atau hal-hal lainnya yang terjadi pada tanggal kelahiran saya 1 Februari. Dan sangat saya cukup kecewa dibuatnya. Tanggal 1 Februari ternyata bukanlah tanggal favorit para tokoh dunia untuk lahir, bukan tanggal pilihan artis Hollywood untuk menikah apalagi untuk bercerai, bukan juga tanggal keramat terjadinya peristiwa bahagia umat manusia, dan bahkan bukan tanggal bersejarah berdirinya sebuah Negara. Yang saya temukan mengenai tanggal 1 Februari ini adalah seputar kecelakaan maut, kematian salah satu tokoh Nasional Indonesia, dan peperangan antara bangsa. Coret. Mungkin ada sedikit peristiwa bahagia yang terjadi pada tanggal 1 Februari. Dan ini adalah sedikit kilasan mengenai peristiwa-peristiwa tersebut.
1. Lazare Carnot lahir
Tanggal 1 Februari 1753 Lazare Carnot seorang politisi, jenderal, dan matematikawan asal Perancis terlahir ke dunia. Dia adalah termasuk salah seorang pendiri ilmu geometri baru. Selain pakar di bidang matematika, Carno juga seorang teknokrat dan ahli strategi militer. Ia termasuk pemimpin yang banyak berjasa dalam kemenangan Revolusi Perancis. Karena itu, ia lantas dikenal sebagai jiwa militer Revolusi Perancis. Carno pasca kemenangan Revolusi, berhasil menduduk sejumlah posisi penting, seperti menjadi anggota Konvensi dan pejabat di kementerian perang Perancis. Salah satu karya tulisan yang ditinggalkannya adalah "Pemikiran dalam Metafisika". Carno meninggal pada tahun 1823.
2. Perang La Roithiere
Tanggal 1 Februari 1814 Terjadi pertempuran berdarah yang terkenal dengan perang La Roithiere, perang ini berlansung di suatu tempat dengan nama yang sama. Antara 160 ribu pasukan militer sekutu negara-negara Prusia, Austria, dan Swedia dengan 42 ribu tentara Perancis, di bawah panglima Napoleon. Dalam perang ini, lantaran tentara Perancis telah kehilangan semangat tak mampu menghadapi gempuran lawan yang berjumlah begitu besar. Akhirnya perang ini usai dengan kekalahan di pihak Napoleon Bonaparte.
3. Wafatnya Pakubuwana X
Sri Susuhunan Pakubuwana X (lahir: Surakarta, 1866 – wafat: Surakarta, 1939) adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah tahun 1893 – 1939. Nama aslinya adalah Raden Mas Malikul Kusno, putra Pakubuwana IX yang lahir dari permaisuri Raden Ayu Kustiyah, pada tanggal 29 November 1866. Konon, kisah kelahirannya menjadi cermin ketidakharmonisan hubungan antara ayahnya dengan pujangga Ranggawarsita. Dikisahkan, pada saat Ayu Kustiyah baru mengandung, Pakubuwana IX bertanya apakah anaknya kelak lahir laki-laki atau perempuan. Ranggawarsita menjawab kelak akan lahir hayu. Pakubuwana IX kecewa mengira anaknya akan lahir cantik alias perempuan. Padahal ia berharap bisa mendapat putra mahkota dari Ayu Kustiyah.
Selama berbulan-bulan Pakubuwana IX menjalani puasa atau tapa brata berharap anaknya tidak lahir perempuan. Akhirnya, Ayu Kustiyah melahirkan Malikul Kusno. Pakubuwana IX dengan bangga menuduh ramalan Ranggawarsita meleset. Ranggawarsita menjelaskan bahwa istilah hayu bukan berarti ayu atau "cantik", tetapi singkatan dari rahayu, yang berarti "selamat". Mendengar jawaban Ranggawarsita ini, Pakubuwana IX merasa dipermainkan, karena selama berbulan-bulan ia terpaksa menjalani puasa berat.
Malikul Kusno naik takhta sebagai Pakubuwana X pada tanggal 30 Maret 1893 menggantikan ayahnya yang meninggal dua minggu sebelumnya. Masa pemerintahannya ditandai dengan kemegahan tradisi dan suasana politik kerajaan yang cenderung stabil, di samping itu juga merupakan penanda babak baru bagi Kasunanan Surakarta dari kerajaan tradisional menuju era modern.Pakubuwono X menikah dengan Ratu Hemas (putri Raja Hamengkubuwono VII) dan dikaruniai seorang putri yang bernama GKR Pembajoen Meskipun berada dalam tekanan politik pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun melalui simbol budayanya Pakubuwana X tetap mampu mempertahankan wibawa kerajaan. Pakubuwana X sendiri juga mendukung organisasi Sarekat Islam cabang Solo, yang saat itu merupakan salah satu organisasi pergerakan nasional Indonesia.
Pakubuwana X meninggal dunia pada tanggal 1 Februari 1939. Ia disebut sebagai [[Sunan Panutup]] atau raja besar Surakarta yang terakhir oleh rakyatnya. Pemerintahannya kemudian digantikan oleh putranya yang bergelar Pakubuwana XI.
4. Serangan Tet, Vietnam
Pada tanggal 1 Februari 1968, kekuatan Tentara Pembebasan Nasional memulai serangan Tet ke 105 kota-kota di Vietnam Selatan. Walaupun Vietkong berhasil dipukul mundur dan mengalami kekalahan (kecuali di Hué), serangan Tet ini merupakan saat yang menentukan dalam Perang Vietnam. Serangan Tet mengakibatkan perubahan sikap AS. Setelah serangan Tet, pemerintahan AS tidak tertarik lagi ingin memenangkan perang. Tapi mereka hanya tidak ingin kehilangan reputasinya sebagai kekuatan militer terhebat. Melalui operasi militer AS, angkatan udara AS melakukan pengeboman ke wilayah Vietnam Utara, dan berakhir pada Oktober 1968. AS mulai menarik kembali pasukan-pasukannya dari Vietnam.
5. Imam Khomeini Kembali ke Iran
Tanggal 1 Februari tahun 1979, setelah lima belas tahun berada di pengasingan, akhirnya Imam Khomeini, pemimpin revolusi Islam Iran, kembali ke Iran. Jutaan rakyat Iran turun ke jalan-jalan untuk menyambut Imam Khomeini dengan sangat antusias dan penuh kegembiraan. Setelah pesawat yang membawa Imam Khomeini dari Paris mendarat di bandara Mehrabad, Imam Khomeini memberikan pidato singkat dan kemudian langsung menuju taman makam pahlawan, Behest Zahra. Di sana, di hadapan rakyat Iran, beliau menyampaikan pidato bersejarah, yang antara lain berisi keputusan beliau untuk mendirikan pemerintahan baru di Iran dengan dukungan rakyat. Sepuluh hari kemudian, Imam Khomeini berhasil meraih kontrol atas pemerintahan di Iran secara penuh dan dengan demikian, revolusi Islam di Iran berhasil mencapai kemenangannya. Sepuluh hari bersejarah itu, yaitu sejak tanggal 1 Februari hingga 11 Februari atau menurut kalender nasional Iran, sejak tanggal 10 hingga 22 Bahman, hingga kini diperingati rakyat Iran dengan nama "Sepuluh Hari fajar".
6. Ledakan Pesawat Ulang-alik Columbia [Kerugian $13 Miliar]
Pesawat ulang-alik Columbia adalah armada pertama shuttle NASA. Ia hancur saat masuk kembali melalui Texas pada tanggal 1 Februari 2003 setelah terjadi kerusakan pada sayap menghasikan lubang yang tidak di perbaiki selama 16 hari sebelumnya. Biaya pembuatan peswat ini adalah sebesar $ 2 Miliar pada tahun 1978 ($ 6,3 Miliar dolar di hari ini). $ 500 juta telah dikeluarkan pada waktu penyelidikan, menjadikannya sebagai penyelidikan kecelakaan pesawat termhal dalam sejarah. Pencarian dan pemulihan puing menelan biaya $ 300 juta. Pada akhirnya, total biaya kecelakaan (tidak termasuk penggantian pesawat) mencapai $ 13 Miliar menurut American Institute of aeronautika dan Astronautics.
7. Berdirinya Ormas Nasional Demokrat
Pada tanggal 1 Februari 2010, Politisi yang kalah dalam bursa pemilihan ketua umum Partai Golongan Karya, Surya Paloh, mendirikan organisasi massa yang diberi nama Nasional Demokrat. Organisasi itu dideklarasikan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, bersama Sri Sultan Hamengkubuwono X. Langkah peraih gelar doktor bidang politik dari Universitas Gadjah Mada ini didukung 45 tokoh nasional.
Tuh kan, apa saya bilang… Kok rasa-rasanya tanggal 1 Februari seperti apa yang saya sampaikan di atas tidak seindah tanggal 14 Februari yang bertepatan dengan hari Valentine, tanggal 17 Agustus dimana kita merayakan kemerdekaan, tanggal 25 Desember bertepatan dengan hari natal, atau tanggal 21 Juni supaya tanggal lahir saya sama seperti Pangeran William. Paling jelek banget, kok nggak kayak tanggal 10 Mei, bertepatan dengan Ratu Marie Antoinette di hukum pancung.
Begitulah, memang sudah takdir saya lahir di tanggal itu. Syukur-syukur udah dikasi nafas kehidupan dari Yang Maha Kuasa. Semua tanggal itu baik kok! Malahan bagi saya pribadi, tanggal 1 Februari sendiri merupakan tanggal keberuntungan buat saya. Kerena :
1. Nama saya diambil dari tanggal kelahiran saya. SAFITRI : SAtu FebruarI anak ke tiga (TRI).
2. Tanggal satu adalah tanggal paling awal dalam setiap bulan, yang berarti tanggal muda, yang juga saya artikan tanggal masih banyak duit, yang kemudian saya artikan kembali mudah-mudahan saya banyak rejeki (amiiiiinnnn).
3. Angka satu adalah angka paling awal, yang merupakan tolak ukur dari segala angka, dan bagaimana semua orang dalam segala segi kehidupan ingin menjadi nomor 1, number one! Saya mengartikan ini, semoga saya bisa menjadi orang yang lebih baik.
4. Tanggal 1 Februari hampir selalu berdekatan dengan imlek. Bahkan diulang tahun saya yang ke-17 tahun, harinya bertepatan dengan imlek, yang lagi-lagi saya artikan, semoga saya banyak rejeki (amiiiinnnnnnn!).
Well, Happy BirthDay to me lah Safitri Shinta Pribadi. Moga di tahun ini apa yang saya cita-citakan dan inginkan bisa terkabul. Amin.
Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo (bahasa Suku Dhani yang artinya “Hari ini lebih baik dari hari kemarin”)
J J J

