Mengapa Kematian Menjadi Sangat Menarik Malam Jumat Ini? Oh ya, Karena Kematian Itu Sebuah Misteri.
Seolah tengah dirasuki oleh malaikat kematian, semenjak kemarin saya jadi sangat tertarik pada kematian orang-orang terkenal (terutama yang mati dengan jalan bunuh diri atau dibunuh). Sebut saja John Lennon, Kurt Cobain, Elvis Presley, Adolf Hitler, Jim Morrison, John F. Kennedy, Bruce Lee. Saya membaca puluhan artikel dari internet, mencari penyebab kematian mereka, bagaimana mereka mati, aktivitas dan perkataan apa yang mereka lakukan dan ucapkan sebelum meninggal, misteri apa yang tersembunyi dibalik kematian mereka, atau pesan apa yang mereka tinggalkan. Dan seakan masih belum puas akan semuanya, saya menambah unsur dramatis dari kegiatan saya itu dengan memutar lagu-lagu milik mereka. Jadilah All Apologies milik Nirvana, Are You Lonesome Tonight milik Elvis Presley, The Long And Winding Road milik Beatles, Leaving On The Jet Plane ciptaan John Denver sampai Gloomy Sunday milik Rezső Seress berkumandang sepanjang hari. Dan efek dari lagu-lagu tersebut sungguh luar biasa. Suasana pada hari itu berubah menjadi sangat mistis dan penuh hawa kesedihan. Seakan-akan kematian orang-orang tersebut baru terjadi kemarin dan dunia masih diliputi suasana berkabung karenanya.
Yang masih membuat saya penasaran hingga saat ini adalah misteri kematian Adolf Hitler. Diktator Jerman ini diyakini tewas bunuh diri di sebuah bunker di Berlin walaupun fakta itu kini dipertanyakan setelah Amerika Serikat menyatakan tengkorak milik Hitler yang disimpan Rusia selama ini bukan milik pemimpin NAZI tersebut melainkan tengkorak perempuan yang berusia di bawah 40 tahun. Hitler diduga melarikan diri dan mati di usia tua. Sejumlah teori beredar soal dimana kematian Hitler. Ada yang mengatakan Hitler meninggal di Argentina, Brazil, Amerika Selatan. Teori terbaru bahkan menyatakan bahwa Hitler kabur ke Indonesia bersama istrinya Eva Braun dan menyamar sebagai seorang dokter (really?).
Beberapa kematian artis lainnya juga meninggalkan misteri. Seperti kematian Marilyn Monroe yang disinyalir merupakan plot konspirasi dari CIA akibat kedekatannya dengan John F. Kennedy. Bahkan yang lebih konyol adalah rumour yang mengatakan bahwa kematian sejumlah artis adalah akibat kutukan film yang dibintanginya, dimana mereka berperan sebagai orang yang jahat. Misalnya Aaliyah yang berperan sebagai ratu vampir Mesir kuno yg membunuh rajanya sendiri. Aaliyah meninggal dalam usia 22 tahun karena sebuah kecelakaan pesawat. Kemudian Heath Ledger yang berperan sebagai Joker yg membunuh tanpa belas kasihan. Heath Ledger ditemukan tewas di apartemennya tak lama setelah film yang dibintanginya tersebut memperoleh kesuksesan. Ia diketahui over dosis resep dokter.
Kematian karena narkotika sudah biasa terjadi dan merupakan perbuatan paling bodoh dan tolol. Jadi saya malas mengomentarinya. Sama seperti saya malas melihat Boy Band Super Junior joget-joget di MTV Asia.
Banyak pula tokoh dunia yang meninggal akibat penembakan. Diantaranya yang paling fenomenal adalah Pembunuhan John F. Kennedy (karma atas kematian Marylin Monroe?), presiden ke-35 Amerika Serikat, terjadi pada hari Jumat, 22 November 1963 di Dallas, Texas. Kennedy tewas akibat ditembak sementara berada di mobil bersama istrinya Jacqueline Bouvier Kennedy. Selain itu ada pula Benigno Aquino dari Filipina yang merukapan lawan terkemuka dari pemerintahan Presiden Ferdinand Marcos sekaligus suami dari manatan Presiden wanita Filipina, Corazon Aquino. Setelah tinggal di Amerika Serikat selama tiga tahun, ia kembali ke ibukota Filipina, Manila, dan dibunuh di Bandar udara. Well, rasanya untuk menjadi tokoh dunia kita harus selalu mempersiapkan diri memakai baju jirah anti peluru agar tahan tembakan.
Ternyata banyak cerita yang berada di balik kematian orang populer. Seperti John Lenon, Kurt Cobain dan John Denver yang dianggap telah meramalkan kematian mereka sendiri melalui lagu yang mereka ciptakan. John Lenon menuliskan lagu I’m Loosing You yang merupakan salah satu lagu terakhir yang diciptakannya. Dalam lirik lagu tersebut ia menuliskan “Just put a bandaid on it? And stop the bleeding now. Stop the bleeding now.” Lirik ini seolah menceritakan kematiannya yang berdarah akibat penembakan yang dilakukan oleh fans-nya sendiri, Mark Chapman.
Kurt Cobain yang telah diketahui sebelumnya menderita depresi akibat ketenarannya, menuliskan lagu All Apologies yang liriknya seolah ingin berpamitan dan berisi permohonan maaf. Dia menuliskan “What else could I write? I don’t have the right. What else should I be? All apologies. In the sun, in the sun I feel as one. In the sun, in the sun. Married, buried”. Ia akhirnya diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri, setelah beberapa kali gagal atas percobaan bunuh diri sebelumnya.
Sementara John Denver pencipta lagu Leaving On The Jet Plane pun meninggal setelah pesawat bermesin tunggal yang dikemudikannya jatuh di lepas pantai Pacific Grove, persis seperti lagu yang diciptakannya. Entah ini hanya suatu kebetulan apa, tetap saja terkesan mistis dan menyedihkan. “Cause I’m leaving on a jet plane, I don’t know when I’ll be back again. Oh, babe, I hate to go.” Well, dia memang nggak tahu kan kalau akhirnya nggak akan pernah kembali dari penerbangannya itu.
Selain Kurt Cobain yang bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri, ada pula jejeran artis lainnya yang memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Diantaranya adalah :
Selain Kurt Cobain yang bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri, ada pula jejeran artis lainnya yang memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Diantaranya adalah :
1. Artis serial Korea Winter Sonata, Park Yong Ha, yang memutuskan mengakhiri hidup dengan cara menggantung diri dengan menggunakan kabel listrik di rumahnya. Ckckck, padahal saya salah seorang penggemar serial Winter Sonata lho. Sayang banget ya!
2. Super model Ruslana Korshunova yang merupakan model untuk rumah mode Vera Wang dan Nana Ricci. Super model belia berumur 20 tahun ini bunuh diri dengan cara lompat dari balkon lantai Sembilan. Oh, you must be kidding! Apa lagi yang kurang dari menjadi super model untuk 2 rumah mode ternama? Itu impian semua gadis deh kayaknya.
3. Charles Haddon, vokalis Band britpop Ou Est Le Swimming Pool, bunuh diri dengan sengaja meloncat dari belakang panggung (yang letaknya cukup tinggi) setelah tampil di konser ajang Festival Musik Pukkelpop di Belgia, yang dihadiri 180 ribu penonton. Jenazah Charles ditemukan di belakang panggung dalam kondisi mengenaskan. Dia diduga mengalami depresi berat. Kasihan. Padahal umurnya baru 22 tahun lho.
Kita memang tidak bisa menebak cara berpikir orang. Banyak orang biasa yang berlomba-lomba ingin menjadi artis untuk mendapatkan ketenaran. Lihat aja ajang-ajang perlombaan yang digelar stasiun tv, mulai dari Indonesia Mencari Bakat, Indonesia Idol, atau Indonesia Got Talent. Semua orang sepertinya ingin mengikutinya supaya bisa terkenal. Namun orang-orang yang sudah tenar ini malah muak dengan ketenarannya dan lebih memilih untuk mati. Manusia memang tidak pernah ada puasnya.
Padahal kalau dipikir, apa enaknya ya bunuh diri? Selain nambah-nambah dosa, proses hilangnya nyawa kita pasti menyakitkan. Apalagi kalau bunuh dirinya dengan cara gantung diri, minum racun atau menusuk diri sendiri. Bayangkan saat tubuh kita menggelepar-gelepar menahan sakit! Bayangkan betapa mengerikannya merasakan susahnya menghirup oksigen! Bayangkan saat malaikat pencabut nyawa menghampiri kita! Atau kalau bunuh diri dengan cara melompat dari gedung. Bayangkan betapa ngerinya detik-detik terakhir sebelum tubuh kita menghempas tanah. Mungkin kalau bunuh diri dengan menggunakan pistol akan lebih mudah. Karena kita langsung tidak dapat merasakan apa-apa saat peluru telah meledakkan kepala kita. But still, itu perbuatan yang paling dibenci oleh Tuhan.
Ngomong-ngomong masalah artis yang bunuh diri, ada lagi kisah suram mengenai lagu kematian Gloomy Sunday yang membuat bulu kuduk merinding. Lagu ini di tulis oleh Lazzlo Javor pada 1935 dan oleh Rezső Seress digubah menjadi lagu. Gloomy Sunday adalah lagu yang mematikan karena banyak menimbulkan korban jiwa. Banyak orang diberitakan bunuh diri akibat pengaruh lagu yang begitu menyedihkan ini. Bahkan Kekasih Lazzlo Javor mencabut nyawanya tidak lama setelah peluncuran lagu itu dengan kalimat “Gloomy Sunday” tertulis pada pesan kematiannya. Tak hanya itu, Rezső Seress pun akhirnya mengakhiri nyawanya pada tahun 1968 dengan cara melompat dari lantai 8 sebuah bangunan. Karena lagu ini dianggap berbahaya, pemerintah Honggaria (Negara asal pencipta lagu) melarang lagu Gloomy Sunday diputar ditempat umum. Radio BBC (British Broadcasting Corporation) pun melarang pemutaran lagu ini karena telah menelan beberapa korban jiwa di Inggris. Kalau sulit mencari versi aslinya, coba kalian download saja lagu Gloomy Sunday milik Bjork. Hemmmm, bener-bener buat bulu kuduk merinding.
Kita memang nggak bisa mengetahui kapan ajal kita akan tiba kan? Kalau boleh memilih, saya akan meminta dijemput malaikat kematian apabila sudah berusia 80 tahun (saat anak-anak saya sudah mampu hidup mandiri dan saya sudah pernah merasakan menimang cucu). Waktu yang tepat mungkin adalah pada saat malam natal. Dan akan sangat menyenangkan kalau pada saat itu saya meninggal dalam dekapan orang yang saya cintai sambil mencium wajahnya. Atau kalau cuma dikasi umur pendek, saya ingin meninggal pada saat tengah berlibur ke kota favorite saya, Venice, disore hari yang indah dan saya sedang berbelanja tas Hermes. Pokoknya jangan sampai deh meninggal karena sakit berat atau karena dibunuh orang.
Tapi kita sebagai manusia memang tidak memiliki kuasa untuk menentukan kapan dan bagaimana saat kita tiba kan? Sama nggak berkuasanya untuk mengakhiri hidup sendiri. Hidup ini indah lho. Dan singkat. Dan juga hanya sekali (kecuali kita beneran bisa reinkarnasi). Jadi kenapa tidak kita nikmati saja dan mengakhiri omongan tentang kematian ini sebelum saya bermimpi buruk bertemu salah satu arwah dari tokoh-tokoh yang saya bicarakan.
Saya pun menutup tulisan ini saat lagu milik Blink 182 yang berjudul I miss you berkumandang, dan tersadar bahwa lagu ini adalah lagu kesukaan sahabat saya dari bangku SMP yang telah meninggal. Rest in peace dear all J J J
