Through thick and think, till death do us part, in sickness and in health, for better and for worse.
Apakah saudara mengasihinya sama seperti saudara mengasihi diri sendiri,
mengasuh dan merawatnya,
menghormati dan memeliharanya dalam keadaan susah dan senang,
dalam keadaan kelimpahan atau kekurangan,
dalam keadaan sakit dan sehat
dalam keadaan sakit dan sehat
dan setia kepadanya selama saudara berdua hidup?
Ya, ya, mengucapkan janji kepada orang memang semudah menelan ludah sendiri yang terasa manis karena kita tengah mengulum kembang gula. Tapi pelaksanaannya sesulit menelan granat yang pelatuknya telah dilepaskan. Pasangan yang mengucapkan janji perkawinan suci di atas altar dan hadapan Tuhan saja bisa mengingkarinya, apalagi pasangan kekasih yang mengucapkan janji picisan di atas kursi restaurant dengan seringai gombal dan bunga mawar hampir layu yang dibeli di pasar kembang yang hampir tutup. Pada kenyataannya, manusia jaman sekarang sebenarnya mengucapkan janji perkawinan seperti ini :
Saya akan mengasihinya sama seperti saya mengasihi diri sendiri, hanya apabila dia mengasihi saya sama seperti dia mengasihi dirinya sendiri (kalau punya duit lebih suka beli barang untuk diri sendiri dari pada untuk pasangan),
Mengasuh dan merawatnya hanya bila saya tidak sibuk dan tidak sedang berhura-hura (ngapain repot-repot menyediakan dia makanan dan minuman kalau ada layanan antar 24 jam?),
Menghormati dia dalam keadaan senang dan meninggalkannya di saat susah (Habis manis sepah dibuang),
Menyayanginya dalam kelimpahan dan menceraikannya dalam kekurangan (makanya ada perjanjian pemisahan harta pra nikah, karena nggak mau rugi kalau cerai),
Memanfaatkannya dalam keadaan sehat dan menyelingkuhinya dalam keadaan sakit dan tidak cantik lagi (alasan poligami?) .
Kalau boleh memilih, kita semua pasti menginginkan pasangan yang sangat setia, yang mencintai kita dalam keadaan seburuk apapun, walaupun tubuh kita nantinya di penuhi oleh kutil, walaupun kulit kita habis di makan usia, walaupun kita hanya memiliki uang seratus perak di dalam kantong. Namun manusia-manusia seperti itu sulit sekali ditemukan. Dan saya hampir tidak lagi percaya keberadaannya kalau tidak mengingat cerita-cerita mengenai orang-orang dibawah ini. Orang-orang dibawah ini membuktikan bahwa ketulusan hati dan kesetiaan mencintai seseorang masih ada. Orang-orang ini seharusnya bisa menyentuh hati kita masing-masing.
1. Stacey Herald dan Wil Herald
Stacey Herald, 36 tahun, hanya memiliki tinggi 0,7 meter sementara suaminya, Wil Herald, memiliki tubuh gagah dan sempurna dengan tinggi 1,7 meter. Dia divonis menderita osteogenesis imperfekta, yang menyebabkan rapuh tulang dan paru-paru sehingga menyebabkan dia tidak berkembang, dan berarti dia gagal untuk tumbuh serta harus menggunakan kursi roda. Stacey dianggap sebagai salah satu ibu dengan ukuran tubuh terkecil di dunia. Namun dia telah melahirkan untuk kali ketiga. Banyak orang menginginkan pasangan yang sempurna; yang tingginya ideal lah, yang berat badannya ideal… Para lelaki memilih wanita yang badannya tinggi, begitu pula sebaliknya. Alasan mereka sih perbaikan keturunan. Alhasil, orang kuntet akhirnya berpasangan dengan orang kuntet dan menghasilkan keturunan yang kuntet juga. Ini rasanya jadi nggak adil yah…
Wil Herald berbeda, dia mencintai istrinya apa adanya, walaupun dia pasti bisa mencari istri lainnya dengan tubuh sempurna. Saya saja tidak mungkin bisa melakuklan hal ini. Pernah saya memiliki pacar dengan tubuh sangat pendek dan saya cukup kewalahan karenanya. Tidak bisa menggunakan high heels saat kencan dan kepercayaan diri juga berkurang karena pacar saya tidak terlihat gagah. Saya benar-benar telah tersindir oleh Wil Herald yang mencintai istrinya walau dalam kondisi kekurangan sekali pun. Dia membuktikan kepada kita bahwa mencintai seseorang berarti kita menerima kekurangan dan kelebihannya, mencintai seseorang bukan dari bentuk fisiknya namun dari kecantikan hatinya.
2. Nita Tilana dan Rully Amanda
Ingat kisah Nita Tilana dan suaminya, Rully Amanda, nggak? Saat masih pacaran dulu, sebenarnya Rully sudah tahu kalau Nita terkena kanker rahim. Tapi alih-alih meninggalkan Nita, Rully malah menikahinya, dan merawat Nita hingga akhir hayat menjemput di usia perkawinan mereka yang baru seumur jagung. 10 Agustus 2000, Nita menghembuskan nafasnya yang terakhir.Mereka berdua telah membuktikan kesetiaan janji perkawinan mereka, setia disaat sehat dan sakit. Hal ini seharusnya membuat para pria yang memutuskan untuk berpoligami disaat istrinya sakit malu. Atau mereka yang bercerai karena salah satu pasangan tidak mampu memberikan keturunan. Sehat dan sakit harusnya selalu bersama kan? Karena justru di saat sakit itulah kita paling membutuhkan pasangan kita. Di saat itulah kita paling ingin didampingi orang yang kita cintai.
Rully
3. Seal dan Heidi Klum
Pasangan tampan dan cantik itu biasa. Pasangan tampan dan pas-pasan itu biasa. Pasangan yang standard dan cantik itu juga biasa. Tapi kalau ada pasangan yang tampan dan jelek, atau sebaliknya, pasti orang-orang menggunjingkannya. Seolah itu hal yang tabu dan tidak bisa diterima keberadaannya. Buntut-buntutnya, akan muncul selentingan-selentingan murahan bahwa si A hanya mengincar harta si B, si C menggunakan santet untuk memikat si D, atau si E yang dijodohkan dengan si F. Seal dan Heidi Klum salah satu diantaranya. Banyak yang terheran-heran mengapa Heidi Klum yang merupakan super model dunia cantik jelita bisa begitu mencintai Seal yang berbeda ras dan memiliki wajah rusak (hanya sedikit orang yang tahu kalau Seal tadinya berwajah mulus, bekas luka di wajahnya adalah akibat penyakit lupus yang dideritanya). Kalau karena masalah kekayaan, rasanya juga tidak. Karena Heidi yang merupakan model dari Rumah Mode Victoria Secret merupakan salah satu super model berpenghasilan terbesar tentulah tidak miskin. Uangnya sendiri sudah cukup banyak tanpa harus memalak Seal.
Beberapa cerita beredar seputar pasangan suami istri yang dianggap sebagai symbol perkawinan harmonis selebriti ini. Dahulu, pacar yang menghamili Heidi, Flavio Briatore, menolak untuk menikahi Heidi. Lalu hadirlah Seal yang sangat mencintai Heidi dan mau menerima Heidi sebagai istri. Walaupun bukan hasil jerih payahnya menebar benih, Seal sangat menyayangi anak Heidi dan memperlakukannya seperti anak kandungnya sendiri. Cinta tanpa memandang rupa memang benar-benar ada. Cinta tanpa melihat asal usul memang benar-benar ada.
4. Juliana Ramos dan Chris Medina
“Through thick and think, till death to us part, in sickness and in health, for better and for worse. What kind of guy would I be if I walked out when she needed me most.” Itulah yang di ucapkan Chris atas petaka yang dialami tunangannya, sangat bijaksana dalam usianya yang masih 26 tahun. Saya yakin, jika kejadian ini menimpa orang lain, mereka mungkin akan segera meninggalkan tunangannya karena tidak ada masa depan yang diharapkan lagi dengan bersamanya. Namun ketulusan cinta Chris untuk terus merawat dan mengasihi Juliana benar-benar telah menunjukan bahwa cinta memang tanpa syarat.
5. Anna Maria, istri Roy Marten
Anna Maria adalah contoh ketegaran dan kesetiaan seorang istri. Berkali-kali menerima cobaan atas kasus narkoba dan berita perselingkuhan suaminya, Anna tetap tegar dan setia, yang menurut orang-orang merupakan suatu tindakan bodoh. Dia selalu berkata bahwa : "Semua berita apapun saya hadapi seperti yang selalu saya doain setiap hari dan sebagai istri harus menjadi penolong suami. Komitmen perkawinan buat kami hanya maut yang dapat memisahkan".
Hanya sedikit orang yang bisa melakukan hal ini apa bila berada dalam kondisinya. Siapa yang mau memiliki suami yang bolak-balik masuk penjara, udah begitu ditambah lagi isu ketidaksetiaannya? Wanita lainnya pasti memilih untuk berpisah demi kehidupan yang lebih baik. Coba kalau kita berada di posisi Anna, belum tentu kita dapat setegar dirinya. Cintanya lah yang membuat dia tegar. Cinta memang bisa mengubah segalanya, atau kah cinta membuat orang menjadi buta? Namun cinta kasih Anna kepada suaminya telah menunjukan kepada kita bahwa
6.
Tidak mudah menemukan orang yang bisa demikian tulus mencintai kita, dengan penuh pengorbanan, dengan tanpa syarat, menerima baik dan buruk kita, setia pada kita sampai akhir hayat. Saya bukan tipe orang yang mengutamakan bibit, bebet, dan bobot dalam mencari pasangan, karena yang terutama adalah bagaimana orang tersebut bisa membahagiakan saya dan mencintai saya setulus hati. Kekayaan dan uang bisa di cari, pendidikan bisa di capai, kedudukan bisa di dapatkan, namun kebahagiaan dan cinta tidak bisa dibayar dengan uang, pendidikan dan jabatan.
Sampai sekarang saya masih heran mengapa begitu banyak orang dan juga orang tua yang mematok ukuran yang sangat tinggi terhadap jodohnya dan anaknya. Yang harus lulusan s2 lah, yang keluarganya harus terpandang lah, yang harus harus satu suku, yang gajinya harus tinggi lah... Orang-orang yang saya sebutkan di atas bisa mencintai tanpa syarat dan menemukan kebahagiaan, mengapa kita tidak demikian? Bukan kah kebahagiaan itu kita sendiri yang menciptakannya? Nggak ada seorang pun yang bisa menjaminnya dengan apa pun. Kekayaan, harta, bentuk fisik bisa hilang kapan pun Tuhan menginginkannya. Dan pada akhirnya hanya cinta dan komitmen yang mampu mempertahankannya.
Hai para wanita, pernahkah kalian menemukan pria luar biasa seperti ini?
Dia mengikat tali sepatumu saat terlepas, sehingga kamu yang mengenakan rok mini tak perlu menunduk.
Saat kamu sakit, dia mau membersihkan muntahanmu yang menjijikan di lantai.Dia mengecek ban mobilmu setiap pagi, memastikan agar kamu berkendara dengan aman sepanjang hari dan membereskan semua bencana pada mobilmu akibat kemalasanmu merawat mobil.
Saat kamu terlalu lelah berjalan dengan high heelsmu, dia akan menyerahkan sepatunya untuk kamu kenakan dan berjalan tanpa alas kaki, walaupun kakinya sakit terkena kerikil.
Ingatannya atas dirimu luar biasa. Dia ingat makanan favoritemu adalah sushi, bahwa kamu benci asap rokok, dan posisi tempat duduk yang kamu inginkan di bioskop. Dia bahkan tau ayah kamu suka bermain catur, dan ibumu hobi membuat kue.
Dan apa yang tidak akan tidak dia berikan? Kamu cukup berucap satu kali bahwa gaun itu indah dan dia akan membelikannya diam-diam sebagai kejutan.
Walaupun dia lelah luar biasa sepulang bekerja, dia dengan sabar akan menemani kamu menonton acara tv yang membosankan dan mendengar keluh kesalmu tentang sahabatmu yang menghilangkan novel Twilight kesayanganmu.
Bagi dia semua yang ada pada dirimu indah. Dia memuja derai tawamu yang bahkan tidak kamu sukai, menganggap rambutmu yang dikonde dengan pensil seksi, dan mencintai kerutan dikeningmu saat tengah perpikir keras.Dia mencintaimu hingga buku-buku jarimu dan tidak akan membalas sedikit pun saat kau menampar pipinya.
Dan baginya kamu adalah pusat tata surya, prioritas terpenting dalam hidupnya, a woman who can bright his day, the only person he can't life without...
Sungguh...
Jika kalian bertemu pria luar biasa ini, jangan pernah lepaskan dia. Kalian adalah wanita paling beruntung, karena menemukan orang yang sangat mengasihi kalian lebih dari apa pun, bahkan nyawanya sendiri.
Dia mengikat tali sepatumu saat terlepas, sehingga kamu yang mengenakan rok mini tak perlu menunduk.
Saat kamu sakit, dia mau membersihkan muntahanmu yang menjijikan di lantai.Dia mengecek ban mobilmu setiap pagi, memastikan agar kamu berkendara dengan aman sepanjang hari dan membereskan semua bencana pada mobilmu akibat kemalasanmu merawat mobil.
Saat kamu terlalu lelah berjalan dengan high heelsmu, dia akan menyerahkan sepatunya untuk kamu kenakan dan berjalan tanpa alas kaki, walaupun kakinya sakit terkena kerikil.
Ingatannya atas dirimu luar biasa. Dia ingat makanan favoritemu adalah sushi, bahwa kamu benci asap rokok, dan posisi tempat duduk yang kamu inginkan di bioskop. Dia bahkan tau ayah kamu suka bermain catur, dan ibumu hobi membuat kue.
Dan apa yang tidak akan tidak dia berikan? Kamu cukup berucap satu kali bahwa gaun itu indah dan dia akan membelikannya diam-diam sebagai kejutan.
Walaupun dia lelah luar biasa sepulang bekerja, dia dengan sabar akan menemani kamu menonton acara tv yang membosankan dan mendengar keluh kesalmu tentang sahabatmu yang menghilangkan novel Twilight kesayanganmu.
Bagi dia semua yang ada pada dirimu indah. Dia memuja derai tawamu yang bahkan tidak kamu sukai, menganggap rambutmu yang dikonde dengan pensil seksi, dan mencintai kerutan dikeningmu saat tengah perpikir keras.Dia mencintaimu hingga buku-buku jarimu dan tidak akan membalas sedikit pun saat kau menampar pipinya.
Dan baginya kamu adalah pusat tata surya, prioritas terpenting dalam hidupnya, a woman who can bright his day, the only person he can't life without...
Sungguh...
Jika kalian bertemu pria luar biasa ini, jangan pernah lepaskan dia. Kalian adalah wanita paling beruntung, karena menemukan orang yang sangat mengasihi kalian lebih dari apa pun, bahkan nyawanya sendiri.

