Sedikit Yang Unik Dari Sedikit Negara Yang Masih Sedikit Saya Kunjungi
1. Mesir
· One Dollar, please!
Mesir adalah Negara kaya dengan penduduk miskin (kebalikan dari Indonesia yang negaranya miskin, tapi penduduknya tajir-tajir). Jangan heran kalau di Mesir jumlah pengemis dan pemulung sangat banyak, dan nggak jarang juga para pekerja menargetkan turis dengan tips-tips belas kasihan. Seruan-seruan “one dollar, please” akan sering terdengar dimana-mana. Bangganya, turis Indonesia adalah turis yang paling terkenal murah hati karena paling sering memberikan sedekah.
· Tinggal bersama orang yang meninggal
Keadaan ekonomi juga lah yang menyebabkan kaum miskin di Cairo memilih tinggal di kuburan. Tidak seperti di Indonesia atau Negara-negara lainnya, kuburan orang Mesir menyerupai rumah dengan beberapa kamar dan ruang bawah tanah (jasad diletakkan di ruang bawah tanah). Pembangunan kuburan dengan model ini merupakan tradisi dan budaya kental Mesir yang terkadang menggunakan kuburan sebagai tempat ritual keagamaan.
Bentuk kuburan yang menyerupai rumah ini menyebabkan kuburan menjadi tempat tinggal potensial bagi kaum “homeless”. Sebuah daerah di Cairo yang merupakan daerah pekuburan berumur ratusan tahun yang sangat terkenal dengan nama “The City Of Death” menjadi sebuah kota dimana orang-orang miskin ini hidup bersama orang mati dalam kuburan yang berbentuk rumah.
The City of Death benar-benar luas hingga menyerupai sebuah kota dengan tembok mengelilinginya. Demi alasan kemanusiaan, pemerintah Mesir tetap memberi aliran listrik dan air kepada penduduk miskin di The City Of Death walaupun pembayaran listrik dan air tersebut sangat dipertanyakan.
2. Israel
· Warna cincin nikah harus satu warna
Suatu hari saat saya menginap di Galilea, saya bercakap-cakap dengan seorang pemuda (yang terlihat hidung belang) dari kamar sebelah di balkon kamar hotel. Beberapa saat kemudian dia mengajak saya makan malam, dan saya menolaknya dengan cara halus sambil menunjuk cincin pernikahan di jari manisnya yang terlihat begitu indah berwarna-warni. Namun pemuda itu tertawa dan mengatakan kalau itu bukan cincin pernikahan, karena cincin pernikahan haruslah memiliki satu warna, tidak boleh berwarna-warni.
Keesokan harinya saya menanyakan kebenaran hal itu pada guide saya. Dan ternyata apa yang dikatakan pemuda itu memang benar. Artis Hollywood gemar membuat cincin pernikahan dengan taburan batu permata warna-warni dan memadukan warna-warni emas demi faktor keindahan. Namun orang Israel hanya boleh memiliki satu warna saja pada cincin pernikahan. Saya tidak tahu apa alasannya. Namun di Israel, kita bisa langsung membedakan mana orang yang sudah menikah dan belum. Anak muda biasanya menggunakan cincin pertunangan, cincin almamater atau cincin lainnya dengan gabungan dua warna lebih. Namun untuk cincin pernikahan, hanya diperbolehkan satu warna saja.
· Larangan di meja makan saat hari Sabat
Di Israel mayoritas penduduknya memeluk agama Yahudi yang memperingati hari Sabat setiap hari Sabtu. Pada hari Sabat, semua makanan dan peralatan makan yang akan digunakan di rumah, hotel-hotel, restaurant dan tempat lainnya sudah didoakan oleh mereka dan dianggap suci. Oleh karena itu, membawa makanan dan alat makan selain yang mereka sediakan dihari Sabat adalah haram. Jadi jangan coba-coba membawa makanan dari luar selain yang mereka sediakan. Biasanya mereka akan sangat marah dan langsung membuang makanan tersebut.
Tapi namanya juga orang Indonesia yang sangat mencintai negeri sendiri. Pada waktu saya berkunjung ke Israel, anggota rombongan saya tetap saja berhasil menyelundupkan sambal pete, kering tempe, kerupuk udang dan abon ikan (yang mereka persiapkan dari tanah air) serta mengedarkannya secara sembunyi-sembunyi di bawah meja makan, pada hari Sabat.
· Jalan dengan Pria Yahudi, wanita harus memakai rok yang panjangnya di bawah lutut
Orang Yahudi ternyata punya aturan-aturan keras. Salah satunya adalah jika pria Yahudi akan keluar dengan seorang wanita, maka wanita tersebut harus memakai pakaian yang panjangnya dibawah lutut (no short, no mini dress, no mini skirt!) Hal ini saya ketahui saat seorang teman saya yang seorang pemeluk Yahudi taat, hendak mengajak saya berkeliling kota. Dia meminta saya untuk mengenakan rok yang panjangnya dibawah lutut. Padahal saat itu saya sudah mengenakan rok yang panjangnya dapat dikategorikan sopan dan juga masih menggunakan stocking tebal karena udara malam yang dingin. Wah, ternyata mereka juga punya tata krama yang ketat, tidak seperti apa yang menjadi persepsi orang-orang selama ini.
3. Bangkok, Thailand
· Kue bukanlah makanan yang lezat
Suatu saat saya pergi mencari camilan disekitar hotel tempat saya menginap. Saat saya kembali ke hotel, guide saya yang fasih berbahasa Indonesia bertanya saya baru dari mana, yang dengan polosnya saya jawab : “Beli kue”. Mendengar ini si guide tertawa tebahak-bahak dengan wajah merona merah. Dia menjelaskan bahwa kata “kue” di Thailand bermakna porno, jadi sebaiknya jangan menggunakan kata itu selama di Thailand. Yup, ingat-ingat untuk mengganti kata “kue” dengan “makanan kecil”, supaya anda tidak ditertawakan di Bangkok.
4. Swiss
· Tarif parkir sangat mahal
Zurich, sebuah kota di Swiss mudah diingat karena kota tersebut dipenuhi dengan gedung-gedung kuno. Zurich tidak banyak memiliki tempat terbuka sehingga tarif parkir kota ini merupakan salah satu yang termahal di dunia. Kota ini memasang tarif sangat tinggi yaitu Rp 5,35 juta per bulan. Selain itu, kebanyakan kota di Swiss melarang penduduknya menyalakan mesin mobil saat tengah parkir. Walaupun semisalnya cuma berhenti sebentar saja di pinggir jalan untuk membeli Koran, mesin harus tetap dimatikan. Ini salah satu cara mereka untuk menjaga Negara mereka terbebas dari polusi. Dan denda yang diberikan bagi pelanggar aturan ini cukup besar. Hemmmm, berbeda banget sama di Indonesia ya. Kalau di Indonesia, suami-suami yang nganterin istrinya belanja ke pasar dan ogah ikut masuk ke dalam pasar, pasti akan menunggu di dalam mobil dengan mesin mobil menyala supaya nggak kepanasan. Pantasan saja udara kota Jakarta semakin panas.
· Pusat perbelanjaan tutup sangat cepat
Jangan berharap bisa menikmati shopping menyenangkan di malam hari di Swiss, karena rata-rata toko dan pusat perbelanjaan tutup pada pukul 19.00. Selain itu, tempat-tempat perbelanjaan tersebut biasanya juga baru buka pada pukul 10.00 atau 11.00. Berbeda dengan Indonesia yang Mall-mallnya merupakan tujuan utama refreshing dan selalu ramai dikunjungi. Semakin malam Mall tutup, pengunjung rasanya akan semakin senang. Nggak jarang kalau Mall di Indonesia banyak yang buka hingga larut malam, terutama pada week end.
Di Indonesia, para pekerja yang baru pulang kantor banyak yang mendatangi Mall untuk sekedar mencuci mata, shopping, atau mencari tempat makan. Kalau para pekerja di Swiss lebih suka nongkrong di café bersama kerabat seusai kerja. Jadi walaupun pusat perbelanjaan tutup cepat, café-café dan restaurant biasanya ramai hingga tengah malam. Pola seperti ini menunjukan kehidupan masyarakat Swiss bukanlah konsumtif,
5. Belgia
· Waffle adalah jajanan pinggir jalan
Kota Brussel, Belgia, terkenal dengan Manneken Pis-nya, sepertinya hampir semua orang sudah tahu. Selain itu, kota Brussel juga terkenal dengan wafflenya yang sangat lezat. Di kota Brussel banyak kios-kios di pinggir jalan yang memanggang dan menjajakan waffle. Jadi udara kota tua Brussel rasanya wangi dan manis. Mungkin kalau di Indonesia, makan waffle sama saja dengan kita jajan gorengan atau cireng kali yaa. Harga waffle yang dijajakan di pinggiran jalan ini juga nggak mahal kok, padahal rasanya “bintang lima”. Jadi geli sendiri kalau mengingat di Indonesia waffle merupakan santapan mewah pada restaurant, sementara di Brussel para wisatawan dengan santainya menyantap waffle sambil duduk-duduk di trotoar jalan.
6. Italia
· Gemar membuang koin ke fountain
Kota Roma terkenal dengan banyaknya air mancur indah (fountain) yang menghiasi sudu-sudut kota. Konon sejak jaman Kekaisaran Romawi, Roma merupakan kota yang tak pernah kekurangan air. Paus Nicholas V (1397-1455) berinisiatif untuk menghiasi kota Roma sebagai ibukota umat Kristiani sedunia dengan membangun fountain-fountain. Salah satu dari fountain pertama yang dibangun pada masa Renaissance ini adalah fountain Piazza Santa Maria di Trastevere (1499).
Hingga kini sedikitnya terdapat 280 monumen fountain yang dibangun. Fontana di Trevi (Trevi Fountain) merupakan fountain terbesar di Roma yang juga merupakan obyek wisata andalan Roma. Wisatawan yang berkunjung ke Roma pasti akan berkunjung ke Trevi Fountain. Bukan hanya karena Trevi Fountain merupakan fountain terbesar dan terindah di Roma, namun juga keyakinan bahwa dengan membuang koin ke dalam fountain maka suatu saat nanti kita akan kembali lagi ke Roma.
Akibatnya, bukan hanya Trevi Fountain saja yang dijadikan tempat membuang koin oleh para wiatawan, fountain-fountain lain di penjuru kota Roma juga ikut dilempari koin oleh wisatawan, entah mereka iseng, entah juga mereka percaya bukan hanya Trevi Fontain yang bisa mengabulkan keinginan mereka untuk kembali ke Roma. Yang jelas kalau tradisi lempar koin ini terjadi di Indonesia (misalnya saja di bunderan HI), maka akan banyak orang berebut berdiri di sana memungut koin-koin yang dilemparkan wisatawan. Ckckck!
7. Malaysia
· Motor bisa masuk jalan tol
Di Kuala Lumpur, kita bisa menemui sepeda motor yang masuk dalam jalan tol dengan tanpa dipungut biaya. Sepeda motor bahkan boleh pindah ke jalur tengah asalkan lajunya bisa mendahului mobil. Wah wah wah, bisa dibayangkan kalau Indonesia juga menerapkan peraturan ini, pasti jalanan Jakarta akan bertambah semrawut dan macet. Bukan itu saja, jalan tol bisa-bisa malah menjadi ajang kebut-kebutan pengendara sepeda motor. Terbukti, bahwa Negara yang selama ini kita juluki “Malingnesia” dan kita musuhi ternyata memiliki budaya berlalu lintas yang jauh lebih tertib dibandingkan kita. Padahal tahu kah kalian kalau arsitek yang membangun jalan-jalan tol di Malaysia berasal dari Indonesia? Ironis ya…
8. Cina
· Shenzhen, surga belanja dengan toilet jorok luar biasa
Mendengar nama kota Shenzhen di sebutkan, otak kita pasti langsung memikirkan surga belanja barang murah. Yup, bagi para wisatawan, Shenzhen memang surga belanja karena harga barang-barangnya yang murah. Saking banyaknya wisatawan Indonesia yang berbelanja di Shenzhen, para pedagang di sana bisa berbicara bahasa Indonesia sedikit-sedikit dan mau menerima pembayaran dengan Rupiah.
Tapiiii…. Berhati-hatilah dengan toilet di kota Shenzhen! Dari beberapa negara yang saya kunjungi, toilet kota Shenzhen saya nobatkan sebagai toilet terjorok. Mulai dari port perbatasan, restaurant, pusat perbelanjaan, sampai tempat wisatanya yang paling terkenal di seluruh dunia sekalipun (Window of the World, tempat wisata di Shenzhen yang menampilkan miniatur-miniatur bangunan terkenal di dunia), kebersihannya sangat-sangat menyedihkan. Bahkan lebih jorok dari toilet di Indonesia.
9. Belanda
· Suka tinggal di rumah perahu
Tarif pajak untuk rumah di Amsterdam sangat mahal. Karena itu, penduduk Amsterdam lebih suka tinggal di rumah perahu yang mengapung di sepanjang kanal-kanal kota Amsterdam. Hal ini dikarenakan harga pajak rumah perahu jauh lebih murah. Rumah-rumah perahu ini persis seperti rumah biasa yang punya dapur, ruang makan dan kamar tidur. Hanya saja ukurannya tidak terlalu besar. Rumah-rumah perahu ini didesain dengan sangat unik dan indah. dan merupakan pemandangan unik bagi para wisatawan yang melancong ke kota Amsterdam. Tak jarang mereka yang penasaran akan rumah perahu tersebut sengaja bertamu untuk melihat bagian dalam rumah perahu tersebut. Wisatawan terkadang bisa menjadi sangat udik ya…
· Sepeda punya jalur khusus
Saya sangat terkesan dengan Amsterdam karena kota tersebut memperhatikan pengguna sepeda. Di mana-mana terdapat jalur khusus bagi pengendara sepeda, dan penduduk Amsterdam tampaknya memang lebih suka menggunakan sepeda ke mana-mana. Uniknya semua pengendara mobil dan motor akan selalu mengalah jika berhadapan dengan sepeda. Nggak seperti di Indonesia di mana Kopaja dan pengendara sepeda motor adalah raja jalanan.
Rata-rata sepeda yang dipakai di Amsterdam adalah sepeda tanpa gigi atau di Indonesia kita sebut dengan sepeda jengki. Sepeda-sepeda ini biasanya dilengkapi dengan 2 macam kunci pengaman dan diseluruh penjuru kota Amsterdam terdapat tempat parkir untuk sepeda. Lucunya, saking banyaknya jumlah sepeda di Amsterdam, pemilik sepeda kadang meletakan sepeda mereka yang udah nggak terlalu bagus begitu saja tanpa pengamanan dan tidak ada yang mengambilnya. Mungkin orang lain juga tidak berniat mengambilnya karena semua orang sudah punya sepeda masing-masing kali ya?
10. Dubai
· Makan dan minum di depan umum pada bulan puasa di denda
Untuk wisatawan yang tidak menjalankan ibadah puasa, jangan coba-coba untuk makan dan minum sembarangan di Dubai pada bulan Ramadhan, karena Pemerintah Dubai akan menindak mereka yang makan, minum dan merokok di tempat umum pada siang hari saat Ramadhan. Kepolisian Dubai tidak akan segan-segan menangkap orang yang dianggap tidak menghargai kesucian bulan Ramadhan. Orang yang ditemukan makan, minum atau merokok di tempat umum saat umat Islam sedang berpuasa akan menghadapi tuntutan satu bulan penjara atau dikenai denda Dh 2000 atau setara Rp 4,9 juta. Saking seriusnya larangan ini, pada bulan Ramadhan, begitu kita menginjakan kaki di Bandar udara Dubai, akan ada pemberitahuan berulang-ulang yang mengingatkan kita untuk tidak makan, minum dan merokok di tempat umum.
11. Singapura
· Merokok rame-rame satu kampong
Merokok di Singapura dilarang di gedung-gedung tinggi , anggkutan umum dan semua rumah sakit. Larangan merokok ini juga diterapkan di lift, museum, perpustakaan, bioskop, restaurant ber-AC, salon, department store, supermarket, dan kantor pemerintah. Sedangkan di sejumlah bar atau café, aktivitas merokok hanya boleh dilakukan di area tertentu. Pelanggar aturan ini akan diancam dengan hukuman denda SGD 1,000.00. Makanya, pada saat istirahat siang dan jam pulang kantor, para pekerja akan berdiri bergerombol di tempat yang memperbolehkan untuk merokok, bersama-sama menghisap rokok sambil bercakap-cakap. Kalau kita lihat sekilas, mungkin kita akan menyangka mereka adalah kelompok suatu sekte terlarang yang sedang mempersiapkan sebuah demonstrasi dan bukannya tengah asyik menghisap rokok.
12. Palestina
· Di kota Jericho, ada restaurant masakan Indonesia yang terkenal.
Orang Indonesia yang berkunjung ke Jericho pasti akan mendatangi restaurant yang menjual masakan Indonesia ini. Restaurant ini bukan milik orang Indonesia, namun rata-rata pegawainya yang merupakan orang Palestina bisa berbahasa Indonesia. Pada dinding dekat pintu masuk restaurant terdapat banyak sekali foto, kartu nama dan ucapan yang ditempelkan oleh warga Negara Indonesia. Wah, Indonesian memang all around ya! Sayangnya saya lupa nama restaurant itu.
13. Paris
· Asal usul Monas
Yang pernah ke Paris pasti tahu donk Obelisk Mesir yang berada di tengah Place de la Concorde (L’obelisque de Louxor). Konon Obelisk ini berasal dari raja Mesir, Mehemet Ali, yang merasa berterima kasih kepada Jean-FranCois Champollion ketika berhasil menguak misteri piktograf piagam pada Tugu Luxor. Pada 1831 ia menghadiahkan Louis Philippe salah satu obelisk dari sepasang tugu yang terletak di depan pintu utama kuil Luxor A-mon. Untuk itu raja Prancis membalasnya dengan hadiah sebuah lonceng menara berukuran kecil.
Nah, konon lagi nih kisahnya, pada saat Alm. Mantan Presiden Soekarno berkunjung ke Prancis, beliau menginap di sebuah hotel di Place de la Concorde yang pemandangannya langsung menuju Obelisk. Dari situlah Alm. Mantan Presiden Soekarno terinspirasi untuk membangun Monumen Nasional (Monas) sebagai cirri khas Kota Jakarta, sama halnya dengan Obelisk yang merupakan salah satu ciri khas kota Paris.
· Arc de Triomphe adalah gerbang selamat datang Kediri
Sori banget nih sebelumnya buat masyarakat Kabupaten Kediri – Jawa Timur… Yup! Arc de Triomphe di Paris merupakan gerbang peringatan atas kemenangan Napoleon setelah kemenangannya di Austerlitz. Arc de Triomphe di rencanakan oleh Napoleon pada tahun 1806 dan proses penyelesaian konstruksi fondasi dasar monumen ini saja memakan waktu selama 2 tahun pengerjaan. Indonesia yang merupakan ahli jiplak menjiplak, juga punya monument seperti ini di Kediri yang berfungsi sebagai gerbang selamat datang. Hemmm, harus bangga atau malu ya atas penjiplakan ini?

