Devil inside Women
Wanita identik sebagai makhluk lembut, sensitive, penuh kasih sayang, manja, pemaaf, pendengar yang baik, dan penghibur. Yaa… cerminan diri mama kita masing-masing lah, yang selalu memberikan kita kasih sayang dan kenyamanan tak terkira saat bersamanya. Tapi disisi lain, wanita juga dikenal sebagai individu egois, susah ditebak, gila belanja, selalu ingin diutamakan, moody dan tidak pernah bisa dimengerti hatinya. Hingga lahirlah pepatah : “Dalamnya lautan bisa ditebak, dalamnya hati wanita siapa yang tahu?”
Benar, benar sekali apa yang dikatakan pepatah itu. Saya saja sebagai seorang wanita masih sulit untuk menebak hati saya sendiri. Bukan karena saya gila atau memiliki kepribadian ganda. Tapi karena hati saya suka berubah-rubah sesuai suasanan hati yang suka berubah mengikuti hormon-hormon wanita saya. Kadang saya sendiri dibuat pusing dan stress dengan hati saya sendiri. Mengerti hati mama saya juga susahnya minta ampun, apalagi seiring bertambahnya usia beliau. Kadang maunya A, tapi begitu sudah dikabulkan jadinya mau B, dan begitu mau B sudah dikabulkan, malah kembali mau A. Weleh-weleh! Apalagi harus mengerti hati sesama teman-teman wanita saya, yang setiap individu memiliki karakter, keinginan, obsesi, impian dan masalah yang berbeda-beda?
Ari Laso mengatakan : “Sentuh lah ia tepat di hatinya, dia kan jadi milikmu selamanya!”. Haizzzz, yakin mas Ari Laso? Dan bagaimana cara kamu menyentuhnya? Pakai hati juga, pakai uang, pakai kekuasaan, pakai kasih sayang, pakai kekerasan, pakai kepalsuan atau apa? Dan hati yang disentuh itu dibagian mananya? Bagian luar aja, bagian dalam, dalam agak ke kiri, apa dalam serong kanan? Susah lho! Bahkan seorang suami yang sudah puluhan tahun menikah dengan istrinya saja terkadang masih kesulitan memahami keinginan istrinya. Apalagi yang masih pacaran seumuran jagung.
Atau kata mas Dony Ada Band : “Karena wanita ingin dimengerti, lewat tutur lembut dan laku agung.” Emmm, enggak juga tuh mas Dony! Kadang tutur lembut dan laku agung itu buat para wanita jijik karena merasa digombali. Nah lho? Bingung kan? Begini salah, begitu salah. Wajar kalau para pria kadang stress dibuatnya.
Yang baru saya sadari akhir-akhir ini adalah sisi mengerikan dari para wanita. Ya kami lembut, ya kami sabar, ya kami cengeng, ya kami pun bisa tangguh, ya kami bisa menjadi pendamping yang hebat, ya kami selalu punya sisi feminim yang selalu dirindukan para pria. Tapi berhati-hatilah karena wanita juga memiliki iblis dalam hatinya, yang menurut saya lebih mengerikan dari pada iblis yang bercokol dihati para pria.
Setiap orang pasti punya sisi kelam kali yaa, kecuali dia nabi atau santa yang benar-benar suci hatinya. Tapi wanita yang diciptakan dengan hati, emosi dan otak yang sedemikian kompleksnya sepertinya memiliki peluang lebih besar untuk menjadi lebih “rumit” dibandingkan para pria, yang akhirnya menciptakan iblis-iblis kreatif baru.
Belajar dari pengalaman diri sendiri dan pengamatan akan dunia sekitar, iblis-iblis inilah yang saya temukan :
1. Iblis Kesakit-hatian.
Iblis yang paling parah dengan derajat paling jahat, lahir dari hati para wanita yang terlalu disakiti. Biasanya iblis ini tumbuh setelah hati seorang wanita disakiti sedemikian rupanya oleh orang lain. Entah karena masalah percintaan (sepertinya paling banyak terjadi karena ini), masalah persahabatan (urutan kedua setelah percintaan), masalah pekerjaan atau masalah lainnya. Wanita-wanita yang tersakiti hatinya bisa terlihat tegar diluar, namun begitu rapuh di dalam. Dan saat dia tidak mampu lagi menahan kerapuhan hatinya, maka iblis kesakit-hatian inilah yang akan berkembang.
Pernah lihat pembunuhan oleh wanita yang sakit hatinya? Ya, banyak sekali terjadi bukan? Karena suaminya berselingkuh, karena disakiti bosnya, karena dicurangi temannya. Ingat kasus Sumiarsih gak? Yang merupakan dalang pembunuhan kejam satu keluarga karena sakit hati tidak diberikan hutang? Nggak masuk akal emang, tapi baru saja berulang dengan kasus pembunuhan satu keluarga di Probolinggo oleh Misnari karena lagi-lagi nggak diberikan hutang. Euh, ngeriiii! Belum lagi para ibu-ibu yang tega memutilasi suaminya karena selingkuh. Cowok banyak juga sih yang melakukan hal ini. Tapiiiiiii, silahkan searcing sendiri di Google, rata-rata wanita pelaku kejahatan melakukan aksinya karena rasa sakit hati.
Berdasarkan hasil penelitian, di Amerika dalam kurun waktu tahun 1967-1973 jumlah kejahatan yang dilakukan wanita meningkat sebesar 64,3 %, sementara dalam periode yang sama jumlah kejahatan yang dilakukan pria hanya naik 14,8 %. Di Indonesiapun, data yang ada di MABES POLRI tahun 1990, menunjukkan situasi yang sama, dari sejumlah 2.631 kasus kejahatan yang dilakukan wanita pada tahun 1988, angkanya naik menjadi sejumlah 5.289 di tahun 1989 (naik duakali lipat) dan dalam tahun 1990 naik menjadi 5.767 kasus kejahatan (9 %). Nah lho? Di mana nih image wanita yang lemah lembut, penyayang dan pemaaf?
Nggak usah jauh-jauh deh, saat saya putus dengan seorang cowok berinisial “J”, justru adik perempuannya yang lebih emosi dan memperlakukan saya dengan buruk, mulai dari sms dengan kata-kata diluar akal sehat, sampai tindakan tolol mengirimkan rekening koran miliknya (pamer harta atau pembuktian dia kaya?). Dan sorry dorry morry, saya juga pernah tuh terkena iblis ini karena terus menerus disakiti oleh seorang lelaki berinisial “F” sampai akhirnya tidak tahan dam melakukan sedikit kejahatan “kecil”. Hehehe, piss yo!
Intinya, hati-hatilah menyakiti hati wanita karena perasaannya yang kelewat sensitive. Apalagi kalau ia telah berkali-kali memberi maaf dan terus disakiti. Manusia tetaplah manusia, kalau disakiti berkali-kali dia pasti akan mati rasa, atau malah menyimpan dendam yang lebih besar lagi. Ingat, wanita itu sangat perasa. Dan kesabaran pun ada batasnya kan?
2. Iblis Kemunafikan.
Banyak upaya diplomasi dilakukan melalui wanita. Dari jaman bahola perkawinan puteri raja dengan pangeran dari Negara musuh sengaja dilakukan demi alasan politik. Yang lagi marak dibicarakan saat ini adalah pertunangan anak presiden kita dengan salah seorang pemuka pemerintahan yang juga diisukan karena permainan politik (benar dan salahnya, saya juga nggak peduli).
Setelah saya pikir, memang banyak upaya diplomasi yang dilakukan melalui wanita. Ini karena wanita pintar berpura-pura dan bersandiwara. Seorang wanita bisa berlaku sangat manis dan menyenangkan dihadapan musuhnya sekalipun. Berbeda dengan para pria yang cenderung bersifat apa adanya, yang jika tidak menyukai seseorang akan menunjukan langsung perasaannya itu tanpa kepura-puraan (Karena pria jauh lebih simple dan nggak mau ribet, atau karena mereka memang nggak suka berpura-pura? Tapi kalau untuk urusan perselingkuhan mereka suka tuh berpura-pura).
Dan paling benciiiiiiii kalau sesama saya sudah mulai terkena iblis kepura-puraan ini. Contoh ya, saya pernah memberikan sesuatu kepada teman saya, dia berlagak senang menerimanya, lalu kemudian beberapa saat kemudian memberikannya kepada teman saya yang lainnya. Helo, mikir donk! Mending barang pemberian saya itu dia buang atau simpan di rumah tanpa saya ketahui. Dari pada berlagak senang namun dengan sepengetahuan saya memberikannya kepada orang lain?
Banyak juga nih teman wanita yang di depan kita baik-baik setinggi langit, tapi dibelakang kita membicarakan dan bersikap memusuhi. Ini yang paling buat sakit hati dan darah mendidih. Saya perhatikan para pria jarang yang bersikap seperti ini. Mereka lebih memilih menjauhi orang yang tidak disukai ketimbang harus berpura-pura menunjukan gelagat persahabatan. Berbeda dengan para wanita yang saat bertemu musuhnya sekali pun bisa melakukan cipika-cipiki dan sengaja beramah tamah untuk mengorek-ngorek informasi dari musuhnya.
Ooo, andaikan perasaan wanita yang selembut sutra ini bisa sedikit ditebalkan, mungkin akan beda ceritanya. Tapi jangan deh, kami memang harus memiliki perasaan selembut sutra untuk mengetahui apakah anak kami sedang bahagia, suami kami penat dalam pekerjaan, dan saudara kami tengah bersedih.
3. Iblis Persahabatan.
Wanita banyak melakukan persahabatan palsu! Benar. Itu apa adanya. Ada yang mau bersahabat karena sama-sama kaya, ada yang mau bersahabat supaya ikut popular, ada yang bersahabat supaya bisa memanfaatkan, ada yang mau bersahabat supaya bisa ikut bersenang-senang, bla bla bla!
Inilah alasan mengapa saya lebih suka bersahabat dengan para pria. Dengan para pria, mereka lebih tulus walau kadang nggak ngerti perasaan kita. Paling buruk persahabatan akan berakhir dengan rasa cinta, tapi nggak ada tuh teman pria saya yang sengaja berteman dengan saya supaya dia bisa ikutan pake tas LV atau supaya dia bisa punya teman-teman cewek popular.
Persahabatan antara wanita serumit pribadi wanita. Banyak lho yang sebenarnya nggak saling suka, tapi tetap berteman supaya bisa party bareng. Kalau sudah party bareng mereka jadi saling suka, dan setelah party selesai mereka kembali nggak saling suka. Aneh! Ada juga yang sok-sokan akraabbbbbbbb dengan kita walau kita nggak tahu siapa dia. Kalau demi keramah-tamahan sih nggak apa-apa ya, nggak ada salahnya juga baik sama orang. Tapi kalau ternyata dia berbuat seperti itu karena ingin dicap popular juga, anak borju juga, anak gaul juga, nggak capek apa? Kan mendingan jadi diri sendiri dan berteman dengan orang yang nyaman dengan pribadi kita.
Ada lagi nih yang lucu, wanita-wanita yang berteman dengan orang-orang yang mereka anggap setipe dengan mereka (sama-sama cantik, sama-sama punya barang merk). Apa coba? Bukannya persahabatan itu tercipta karena pribadi kita sama-sama bisa menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang tidak bisa dipaksakan karena suatu kondisi. Yang ada nanti malah lahir pula iblis kemunafikan.
Sahabat itu adalah orang yang selalu mendukung kita disaat susah dan senang, orang yang selalu mengingat kita dalam hatinya walaupun dia tidak bisa menelpon kita sesering yang kita inginkan, orang yang akan tetap dekat dengan kita walau terpisah ribuan mil dan jutaan tahun lamanya, orang yang mengerti semua sifat kita karena dia menyayangi kita, orang yang tidak kita minta namun memberikan apa yang kita mau.
Memang sedikit orang yang bisa seperti ini, oleh sebab itu sahabat hanya sedikit jumlahnya bahkan langka. Mungkin kita saat ini akrab dengan seseorang. Namun coba telaah lagi, apakah dia sahabat kita atau hanya sekedar teman akrab, karena kedudukan dan arti seorang sahabat dan seorang teman akrab tentu berbeda.
4. Iblis Kemewahan Duniawi.
Gigolo juga ada. Pria simpanan juga ada. Tapi bandingkan dengan Pelacur dan wanita simpanan, rasanya kok lebih afdol didengar ya? Bahkan istilah Kupu-Kupu Malam disematkan untuk para wanita malam, bukan untuk para pria malam ataupun waria malam. Bukan karena saya ingin merendahkan kaum saya, tapi inilah yang terjadi dalam masyarakat. Wanita banyak yang berubah menjadi iblis karena kemewahan duniawi, ingin hidup enak dan cepat kaya dengan cara-cara yang salah.
Kalau para pria lebih suka jadi perampok, pencuri dan koruptor sebagai jalan pintas mendapatkan uang, para wanita sepertinya lebih suka menjadikan tubuhnya sebagai objek untuk mendapatkan harta. Yeah, banyak pula orang-orang yang saya kenal menjadi simpanan papi-papi-tua-keriput-kaya-raya-yang-tinggal-hitung-hari-udah-mati supaya bisa mendapatkan kemewahan duniawi. Cowok juga banyak sih yang jadi simpanan mami-mami-aduhai-jabay. Tapi jumlahnya kok nggak sebanyak cewek-cewek yang saya tahu jadi wanita simpanan yaa?
Ya ya ya, ini semua akibat iblis kemewahan duniawi. Nggak mau susah kerja, orang tua hidup pas-pasan, tapi pengen naik mobil mewah, tiap bulan pergi ke luar negeri, dan pakai barang-barang kaya artis Hollywood. Yah, cara satu-satunya cuma jadi wanita simpanan, karena ikut lotre atau judi juga belum pasti menang.
Udah ah, malas bahasnya, bikin malu derajat kaum wanita. Lagian saya sudah sering menyindir mereka dalam tulisan-tulisan sebelumnya. Pembaca juga bosan nanti.
5. Iblis Nahkoda
Yes, saya setuju pepatah yang mengatakan : “Dibalik kesuksesan para pria, pasti ada wanita hebat yang mendampinginya”. Tapi, banyak juga lho pria-pria yang menjadi serakah dan jahat karena dinahkodai oleh wanita yang salah.
Tugas utama istri memang mendampingi dan mendukung suaminya dalam keadaan apapun, membawanya kearah kebaikan, mengingatkannya bila salah. Namun nggak jarang seorang suami justru menjadi salah langkah karena istrinya malah terlalu mendominasi dan mengendalikan kapal yang mereka tumpangi. Nggak jarang sang suami malah menjadi haus kekuasaan dan harta sehingga melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji.
Ada pula wanita yang merasa dirinya super power dibandingkan pria (lebih berpendidikan, penghasilan lebih banyak, keluarga lebih terhormat), sehingga tidak menghargai dan menghormati pasangannya sebagaimana mestinya. Mulai dari tindakan kecil seperti terlalu mengatur-ngatur pasangannya hingga perilaku-perilaku lainnya yang menunjukan bahwa dirinyalah yang lebih berkuasa dari pasangannya. Dulu, jaman masih muda dan egois-egoisnya, saya juga pernah terkena iblis ini. Kasihan ih kalau saya pikir-pikir mantan saya si “B” yang sering saya atur-atur. Harus pake baju ini, rambut harus begini, kalau pergi harus begini… Sungguh tindakan anak muda yang bodoh!
Sungguh, berhati-hatilah para wanita terhadap iblis ini, karena bisa menyebabkan hancurnya hubungan dengan pasangan kalian. Banyak pasangan yang berpisah dan bercerai karena hal ini. Koreksi diri anda masing-masing, apa benar suami anda selingkuh karena dia tidak setia, atau karena dia terlalu capai hidup dalam kapal yang anda nahkodai? Jangan sampai hubungan kalian rusak karena iblis ini. Memang sekarang jaman emansipasi wanita, kita mau dinilai sama derajatnya dengan pria. Tetapi tetaplah ingat untuk menghargai dan menghormati mereka, karena bagaimana pun mereka kepala rumah tangga.
6. Iblis Keirihatian
Kok saya nggak pernah ya liat pria saling iri karena punya baju baru, sepatu kerja baru, atau punya bed cover baru. Biasanya mereka hanya tidak suka kalau rivalnya punya BMW baru atau mendirikan perusahaan baru (yang menurut saya lebih bermutu karena bisa menjadi pemacu semangat bekerja). Kalau wanita? Ya ampyuuunnnnn, yang satu punya dada implant baru aja, yang lainnya bisa sirik.
Iblis keirihatian ini yang paliiiinnnnggggggggg sering menghinggapi diri saya dan juga wanita-wanita lainnya. Iri yang satu lebih cantik dari yang lain, iri suami yang satu lebih kaya dari yang lain, iri karena yang satu berlibur ke Irak dan dia cuma ke Jepara, iri karena anak yang satu lebih pintar dari anak yang lain, iri karena yang satu lebih disukai dari yang lain, bahkan mereka bisa saja iri karena pisau dapur yang satu lebih tajam dari pisau dapur yang lainnya. Serius lho! Dan iblis keirihatian ini bisa hinggap diantara para teman akrab sekalipun.
Hus hus hus, jauh jauh deh iri hati. Karena dampaknya jelek banget. Paling sering mengakibatkan praktek-praktek tidak sehat dan kecurangan-kecurangan. Bukan berarti pria tidak pernah terkena iblis ini. Hanya saja alasan iri mereka rasanya lebih masuk akal dibandingkan para wanita yang hormonnya nggak stabil ini. Contohnya saja saya. Waktu SD dulu saya pernah iri dengan teman sekelas saya yang roknya lebih terlihat mini dan cerah dibandingkan punya saya. Nggak jelas banget kan? Atau ada juga teman saya yang iri karena teman kami yang lainnya selalu punya baju baru sementara dia tidak.
Lucu, aneh, tapi nyata. Itulah wanita, susah kan untuk memahaminya? Padahal sebenarnya iri itu nggak ada gunanya karena akan membuat hidup kita nggak tenang sendiri. Segala sesuatu yang kita raih tergantung dari usaha dan perbuatan masing-masing, tentu saja hasilnya akan berbeda. Kalau mau seragam sana hidup saja di negara komunis yang baju aja dibagikan. Hey, hey, hey, ingat lah bahwa kita ini makhluk yang cerdas, mari kita mengolah keiri hatian kita menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik lagi.
Wanita memang diciptakan berbeda dari pria. Dia diciptakan lebih sensitive, agar dapat lebih mengerti dan peduli pada anaknya. Dia diciptakan dengan otak inferior parietal lobule (IPL) kanan yang lebih berkembang dari pria, agar bisa melakukan pekerjaan rumah tangga rumit sekaligus (mengasuh anak + memasak + menonton tv dalam waktu bersamaan) yang tidak dapat dilakukan oleh pria. Dia diciptakan lebih indah dan penyabar, agar yang lelah dan penat dapat datang mencari penghiburan padanya (jadi ingat mama), mungkin hatinya susah dimengerti dan dipahami tapi itu adalah letak rahasia terindahnya.
Kita wanita adalah makhluk yang indah, jangan biarkan iblis-iblis itu merusak diri kita. Ingatlah bahwa kita sangat berharga dan berarti, dan iblis-iblis itu justru akan membuat kita tidak berharga dan berarti. Kita juga makhluk kuat dan tegar lho, walaupun kita tetap membutuhkan pria di sisi kita. Jadi apa gunanya kita memelihara iblis-iblis itu?
Cheers para wanita! J J J

