Rotase-Rotase Membingungkan
Bukan karena aku tidak mau,
Tapi lagi lagi semua bermain dengan waktu,
Lagi lagi semua bermain dengan jarak.
Dan ribuan alasan seolah mempermain takdirku.
Sementara rotase ini semakin menyebalkan dan menyita akalku.
Peluh peluh peluh, aku muak dengan semua energi yang terkuras untuk ini.
Bukan karena aku, sungguh bukan karena aku.
Lihat sendiri betapa marahnya aku dengan semua ini.
Lihat sendiri betapa aku menghujat kekacauan ini.
Lihat bagaimana aku dipermainkan oleh kisah kisah membingungkan dan diluar skenarioku, yang berbelit berbelok dan menikung tak terkendali.
Bagaimana hitam menjadi darah dan jingga terbakar angin.
Sialan!
Dan semua tatapan mata sok tahu itu kembali mengadiliku.
Apa yang mereka tertawakan? Apa yang mereka khawatirkan?
Sementara warna asli rambutku pun mereka tak tahu!
Sementara jauh di jurang terdasar jiwa mereka lebih rapuh dari milikku.
Mereka lah yang butuh dinina bobokan agar terjaga dari mimpi mimpi semu.
Mereka lah yang perlu diyakinkan tentang biru air dan putih langit.
Dan ditengah semua bunga ini aku masih mempertanyakan pemikiranmu, hati kecilmu!
Jawab!
Jawab!
Jawab!
Bahasa kalbu yang aku pelajari dengan baik sudah tak lagi berfungsi.
Dan logika fisika yang aku ketahui pun tak mampu menguraikan seluk beluk ini.
Misteri kah sebuah misteri bila Pencipta pun meragukan misteri itu?
Indahkah keindahan itu bila kau melewatkan keindahan itu?
Mortal oh mortal,
Kάmü tetap akan menjadi sesuatu yang tampan dan mematikan.
Dengan semua pesona pesona memabukan dan serupa pelangi itu.
Lalu beribu alasan dan rotase akan kembali menghantamku dan menghempaskanku.
Berurai, berarak, berserakan bukan untuk diriku sendiri.
Melayang, terbang, tertiup bukan untuk dirimu sendiri.
Karena waktuku bukan waktuku.
Karena jarakmu bukan jarakmu.
Terciptalah aku tanpa cipta.
Terenggutlah kamu dalam alasan dan rotase.
Lalu kalian akan tidak mengenal siapa-siapa.
Lalu kalian akan menggunjingkan bukan apa-apa.
Dan setelah ribuan mil dan tahun cahaya,
Tersadarlah segalanya berubah merah hati menyilaukan.
Dan saat itu mungkin saatku.
Tapi lagi lagi semua bermain dengan waktu,
Lagi lagi semua bermain dengan jarak.
Dan ribuan alasan seolah mempermain takdirku.
Sementara rotase ini semakin menyebalkan dan menyita akalku.
Peluh peluh peluh, aku muak dengan semua energi yang terkuras untuk ini.
Bukan karena aku, sungguh bukan karena aku.
Lihat sendiri betapa marahnya aku dengan semua ini.
Lihat sendiri betapa aku menghujat kekacauan ini.
Lihat bagaimana aku dipermainkan oleh kisah kisah membingungkan dan diluar skenarioku, yang berbelit berbelok dan menikung tak terkendali.
Bagaimana hitam menjadi darah dan jingga terbakar angin.
Sialan!
Dan semua tatapan mata sok tahu itu kembali mengadiliku.
Apa yang mereka tertawakan? Apa yang mereka khawatirkan?
Sementara warna asli rambutku pun mereka tak tahu!
Sementara jauh di jurang terdasar jiwa mereka lebih rapuh dari milikku.
Mereka lah yang butuh dinina bobokan agar terjaga dari mimpi mimpi semu.
Mereka lah yang perlu diyakinkan tentang biru air dan putih langit.
Dan ditengah semua bunga ini aku masih mempertanyakan pemikiranmu, hati kecilmu!
Jawab!
Jawab!
Jawab!
Bahasa kalbu yang aku pelajari dengan baik sudah tak lagi berfungsi.
Dan logika fisika yang aku ketahui pun tak mampu menguraikan seluk beluk ini.
Misteri kah sebuah misteri bila Pencipta pun meragukan misteri itu?
Indahkah keindahan itu bila kau melewatkan keindahan itu?
Mortal oh mortal,
Kάmü tetap akan menjadi sesuatu yang tampan dan mematikan.
Dengan semua pesona pesona memabukan dan serupa pelangi itu.
Lalu beribu alasan dan rotase akan kembali menghantamku dan menghempaskanku.
Berurai, berarak, berserakan bukan untuk diriku sendiri.
Melayang, terbang, tertiup bukan untuk dirimu sendiri.
Karena waktuku bukan waktuku.
Karena jarakmu bukan jarakmu.
Terciptalah aku tanpa cipta.
Terenggutlah kamu dalam alasan dan rotase.
Lalu kalian akan tidak mengenal siapa-siapa.
Lalu kalian akan menggunjingkan bukan apa-apa.
Dan setelah ribuan mil dan tahun cahaya,
Tersadarlah segalanya berubah merah hati menyilaukan.
Dan saat itu mungkin saatku.
