Mr. Dainty & Sophisticated
Menurutmu pakaianmu sangat simple,
Yang benar saja!
Kάu tampak hebat dengan kemeja terlusuhmu.
Apa kah kau memesannya khusus di Hugo Boss?
Kau pikir kau botak?
Hell no!
Itu potongan rambut paling natural dan terlihat bagus untukmu.
Brad Pitt saja tidak bisa menirunya.
Dan apa maksudmu dengan perut mu buncit?
It still look great.
Just like David Beckham's six packs.
For me.
Tidak masalah berapa banyak bekas jerawat di punggungmu.
Tetap saja lagu "sexy back" Justin Timberlake terdengar tepat untukmu.
Oh, dan kawah kawah mars di pipimu?
Aku anggap itu sebagai pengganti lesung pipi.
Quite close meaning, right?
Terus terang cara tertawamu seperti kakek lampir.
Bukan nenek lampir, tentu saja.
Kau kan pria.
Tapi anehnya telingaku berlagak tuli dan menggubahnya menjadi terlalu indah.
Euuhh, kau bisa saja menghasilkan satu galon air mineral dengan telapak tanganmu.
Lalu kenapa?
Bukannya itu bagus?
Kalau kita tersesat di padang pasir, tidak perlu khawatir akan kehausan.
Aku tidak terlalu suka sepatu kanvasmu.
Tapi herannya, kau masih saja keren mengenakannya.
Tahu kah kάmü?
Berjalan kaki dengan mu,
Bagi aku terasa bagaikan menaiki Lamborgini Gallardo limited edition.
Dan aku memilih hidup bahagia dalam sen bersamamu.
Dibandingkan hidup dalam milyar tanpamu.
Yaaa, yaaa!
Ingatanmu tentang cerita-ceritaku sangat dangkal,
Apakah Tuhan salah menghitung lipatan otakmu saat kau diciptakan?
But still, aku rasa kau terlalu pintar dalam segala hal.
Siapa yang peduli kau kehilangan cadangan gigi tetapmu?
Itu tidak berpengaruh terhadap teknik menciummu.
Dan biarkan sajalah aksen bicaramu terkesan primitif.
It is a good point of you.
Ciri budaya bangsa kan?
Yet chauvinism.
Aku benci kau terlihat begitu sempurnanya dengan semua kekuranganmu.
Oh bukan.
Karena perasaan tulusku kah kau terlihat sempurna?
Tidak jügά.
Aku tidak terlalu peduli bagaimana yang bagaimana.
Kau sudah tercipta sedemikian bagusnya kok.
You are dainty and sophisticated.
Aku berharap kau jügά memandangku dengan cara yang sama.
Yang benar saja!
Kάu tampak hebat dengan kemeja terlusuhmu.
Apa kah kau memesannya khusus di Hugo Boss?
Kau pikir kau botak?
Hell no!
Itu potongan rambut paling natural dan terlihat bagus untukmu.
Brad Pitt saja tidak bisa menirunya.
Dan apa maksudmu dengan perut mu buncit?
It still look great.
Just like David Beckham's six packs.
For me.
Tidak masalah berapa banyak bekas jerawat di punggungmu.
Tetap saja lagu "sexy back" Justin Timberlake terdengar tepat untukmu.
Oh, dan kawah kawah mars di pipimu?
Aku anggap itu sebagai pengganti lesung pipi.
Quite close meaning, right?
Terus terang cara tertawamu seperti kakek lampir.
Bukan nenek lampir, tentu saja.
Kau kan pria.
Tapi anehnya telingaku berlagak tuli dan menggubahnya menjadi terlalu indah.
Euuhh, kau bisa saja menghasilkan satu galon air mineral dengan telapak tanganmu.
Lalu kenapa?
Bukannya itu bagus?
Kalau kita tersesat di padang pasir, tidak perlu khawatir akan kehausan.
Aku tidak terlalu suka sepatu kanvasmu.
Tapi herannya, kau masih saja keren mengenakannya.
Tahu kah kάmü?
Berjalan kaki dengan mu,
Bagi aku terasa bagaikan menaiki Lamborgini Gallardo limited edition.
Dan aku memilih hidup bahagia dalam sen bersamamu.
Dibandingkan hidup dalam milyar tanpamu.
Yaaa, yaaa!
Ingatanmu tentang cerita-ceritaku sangat dangkal,
Apakah Tuhan salah menghitung lipatan otakmu saat kau diciptakan?
But still, aku rasa kau terlalu pintar dalam segala hal.
Siapa yang peduli kau kehilangan cadangan gigi tetapmu?
Itu tidak berpengaruh terhadap teknik menciummu.
Dan biarkan sajalah aksen bicaramu terkesan primitif.
It is a good point of you.
Ciri budaya bangsa kan?
Yet chauvinism.
Aku benci kau terlihat begitu sempurnanya dengan semua kekuranganmu.
Oh bukan.
Karena perasaan tulusku kah kau terlihat sempurna?
Tidak jügά.
Aku tidak terlalu peduli bagaimana yang bagaimana.
Kau sudah tercipta sedemikian bagusnya kok.
You are dainty and sophisticated.
Aku berharap kau jügά memandangku dengan cara yang sama.

