Bagi jiwa-jiwa yang selalu setia menunggu
Aku bisa saja menunggu...
Berapa lama waktu yang kau butuhkan ??
Satu minggu ??
Satu bulan ??
Satu tahun ??
Satu windu ??
Satu dasawarsa ??
Satu abad ??
Satu millenium ??
Selamanya ??
Tidak mengapa, sungguh...
Aku akan menunggu selama waktu yang kau butuhkan...
Hanya saja bantulah aku saat aku menunggu...
Tolong tabahkan aku saat aku sudah tidak sabar lagi,
Hiburlah aku saat aku sudah terlalu bosan,
Ingatkan aku saat aku mulai melupakan,
Sadarkan aku saat aku terbuai oleh yang memukau,
Pahami aku saat aku mengeluh...
Karena aku manusia biasa,
Aku bisa lalai, aku akan lelah...
Kakiku tidak selalu kuat berpijak.
Hatiku tidak selalu sekeras karang.
Ratu peri sekali pun akan jatuh tersungkur bila sayap-sayapnya dipatahkan.
Mungkin aku menangis terlalu sering.
Tapi itu bukan karena aku tidak mau menunggu lagi, melainkan karena aku takut saat itu tidak pernah datang.
Mungkin aku menjadi marah.
Tapi itu bukan karena aku membencimu, bukan !!
Melainkan karena terlalu besar rasa cintaku...
Selamanya bukan waktu yang lama sayang.
Waktu bukanlah penghalang,
Dibandingkan bila Jack yang mati demi Rose,
Atau Delilah yang harus melihat kematian Samsom.
Menunggu hanyalah bagian teringan dibandingkan maut...
Menunggu adalah hal termudah dari pada menghadapi maut...
Tapi jangan sekalinya pun kau hancurkan hatiku.
Aku ingatkan, jangan sekali pun !!
Sabar dan lembut hatiku bisa berubah menjadi murka mengerikan,
Seperti saat Zeus, Hades, dan Oddisey menghancurkan tahta Titan dan merebut gunung Olympus.
Jangan khawatir,
Aku selalu menunggu...
Sudah aku katakan selamanya bukan waktu yang lama.
Jadi berhentilah mengeluh, singkirkan wajah kusammu itu.
Aku tidak akan beranjak. Tidak pernah.
Bagaimana bisa jika hatiku sudah terpaku pada hatimu ??
Selamanya bukan waktu yang lama.
Dan aku pastikan aku akan selalu menunggu.
Selama nafas ini masih berhembus.
Bahkan setelah jiwaku pudar dan terkoyak dari ragaku.
Sungguh...

