THE WORDS THAT YOU DON’T WANT TO HEAR MOST




1.   I Don’t Love You Anymore

Yeah, right. Ini mimpi buruk bagi semua umat manusia yang mengenal makna mencintai seseorang dan benar-benar memberikan rasa cintanya yang tulus pada orang tersebut. Saat seseorang yang kita cintai mengucapkan kalimat ini, rasanya dunia pasti jungkir balik. Dan saat kita mendengarkan kalimat ini dari orang yang kita cintai, kita akan spontan berpikir : Kenapa? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi? Apa salah aku? Apa yang sudah aku perbuat? Dimana letak kesilapanku sampai bisa hal ini terjadi?

Suami yang mengatakan ini pada istrinya, cewek yang mengatakan ini pada cowoknya, orang yang mengatakan ini pada selingkuhannya, rasanya akan sama : hancur. Bagaimana bisa dua orang yang tadinya saling mencintai lalu kehilangan rasanya? Bagaimana rasa yang muncul diantara dua hati tiba-tiba saja menghilang? Menyedihkan. Bahkan seorang playboy pun akan terpukul mendengar kalimat ini dari cewek yang “di-kadali”nya.

Kata-kata ini benar-benar bisa berdampak hebat pada diri kita lho, seolah kita ini nggak berarti banget sampai-sampai orang itu tidak mencintai kita lagi. Iya kan? Setiap orang pasti pernah merasakan hal ini. Mungkin kita bisa saja berlagak masa bodoh dan demi harga diri yang masih tersisa balas menjawab : “Fine, then just go away!” Tapi ternyata nggak sesimple itu lho efek dari kata-kata ini. Setidaknya setelah itu, kita tetap akan berpikir lagi : Kenapa? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi? Apa salah aku? Apa yang sudah aku perbuat?

Dan dibutuhkan waktu yang lama hingga pertanyaan-pertanyaan itu tidak lagi bercokol dan mengganggu pikiran kita. Bahkan saat kita sudah lama tidak bersama orang itu dan bisa melanjutkan kembali kehidupan kita tanpanya, bahkan saat kita sudah merelakan kepergian dia, bahkan saat kita dengan angkuhnya menghujat kepergian dia, bahkan setelah dia jelas-jelas bersama orang lain, pertanyaan-pertanyaan itu terkadang kembali muncul dalam benak kita. Ini bukan karena kita kita masih mengaharapkan dia kembali lho… Tapi karena dampak perkataan ini memang hebat pada kejiwaan kita.

Mau semasabodoh apa pun kita, mau sekuat apa pun kita merelakan perasaan kita, walaupun orang tersebut sudah mengungkapkan alasan dia tidak mencintai kita lagi, walaupun kita sudah menyadari letak kesalahan kita, tetap saja kita akan mengulang lagi pertanyaan itu dalam otak kita saat memikirkannya : Kenapa? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi? Apa salah aku? Apa yang sudah aku perbuat? Kenyataannya, tidak mudah menerima kenyataan bahwa seseorang sudah tidak mencintai kita lagi sementara kita masih mencintainya dan merasa tidak ada sesuatu hal yang salah sampai dia tidak mencintai kita lagi. Yah, perasaan orang ternyata bisa berubah ya?

2.    You Are stupid

Serius. Jangan pernah mengatakan hal ini pada seseorang, walau dia jelas-jelas punya tingkat kecerdasan yang mencengangkan sampai-sampai nggak tahu siapa presiden pertama Indonesia dan bagaimana menuliskan kata “museum”. Yah, kecuali kalian lagi dalam konteks bercanda dan pengucapan kata bego, moron, bodoh, idiot dan sebagainya itu hanya sebagai lelucon yang tidak bermakna mendalam dan hanya sekedar celotehan yang nggak bermaksud untuk merendahkan.

Setiap orang terlahir dengan tingkat kecerdasan berbeda-beda. Ada yang jenius setengah mati seperti pak B.J. Habibie, ada yang biasa-biasa saja, ada yang nyaris tolol seperti saya, dan ada yang memang terlahir dengan kondisi berbeda karena jumlah kromoson dan lipatan otaknya berbeda dari manusia normal. Tapi semua itu tetap saja anugerah yang harus kita syukuri, dan nggak ada seorang pun yang berhak untuk menjadikan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita  dengan penuh rahmat itu sebagai bahan olokan dan sesuatu yang patut dihina.

Seorang boss nggak berhak memaki-maki anak buahnya bego hanya karena melakukan sesuatu kesalahan dalam pekerjaan. Seorang majikan nggak berhak merendahkan pelayannya karena tidak mampu selalu mengerti perintahnya, seorang rekan nggak berhak melabeli kemampuan otak kita hanya karena kita tidak seterampil dia, bahkan orang tua sekalipun tidak pantas mengata-ngatai kapasitas otak anaknya yang nggak berhasil meraih nilai tinggi dalam bidang akademis.

Umpatan bodoh itu sangat jahat. Bahkan Tuhan pencipta kita saja menganggap kita semua ini sama dihadapannya. Setiap orang memang terlahir berbeda. Kalau semua orang terlahir pintar, dunia nggak bakalan asyik lagi kan. Semua orang pasti mau jadi presiden, semua orang pasti mau jadi penemu, semua orang pasti mau jadi mendominasi. Lantas apa enaknya?  

Ya terkadang ada perlunya sih seseorang mengatakan kita bego demi kemajuan diri kita. Tapi penyampaiannya harus benar. Jangan sampai merendahkan.  Saya baru merasakan nggak enaknya dikata-katain bodoh saat masih jaman kuliah dulu. Pada semester 1, nilai saya memang nggak sebaik kawan-kawan saya. Dan ini membuat beberapa orang teman cewek yang tidak menyukai saya mengatakan saya cewek bodoh yang cuma tau belanja, menghabiskan uang, datang ke kampus hanya sekedar untuk mejeng dan berdandan. Haizzzz, resenyaaaa mereka ini!

Di anggap bodoh itu jauh lebih menyakitkan buat saya. Mending saya dikata-katain dada papan setrikaan deh dari pada dikatain bodoh. Atau mending saya sekalian dikatain ketek bau atau rambut ketombe dari pada dikata-katain bego. Tapi perkataan nggak enak  itu memang memacu semangat saya untuk belajar, supaya nggak di cap bego lagi. Walaupun rasanya tetap aja nggak enak, apalagi kalau orang yang ngata-ngatain kita itu bego itu penuh dengan penghayatan dan penekanan kayak di sinetron-sinetron. Padahal belum tentu orang yang ngatain kita bodoh itu ternyata  lebih pintar dari kita. Kalo dia memang lebih pintar, kita masih bisa menerima perkataan itu lah walau pun dengan hati miris teriris. Lha dia memang lebih pintar, mau gimana lagi kan? Mau dibantah ya kenyataannya dia lebih pintar.

Namun demikian, tetap saja nggak ada seorang pun yang berhak melabeli otak kita. Walau pada kenyataannya kita memang bodoh setengah mampus, kita pasti punya kelebihan lainnya yang belum tentu orang lain bisa. Intinya, kita semua ini berharga, apa pun kapasitas otak kita. Nggak boleh saling merendahkan dengan kata-kata menyakitkan.

3.    You Are Useless

Paling males juga kalau udah dikata-kataian nggak berguna, padahal apa yang telah kita lakukan itu sebenarnya sudah maksimal dan mengerahkan semua kemampuan kita. Pasti kata-kata ini membuat kita “down” banget. Apa benar kita ini nggak berguna? Kalau udah nggak berguna lantas apa gunanya juga hidup? Kasarannya begitu lah. Padahal Tuhan menciptakan kita pasti ada gunanya. Dan bagi manusia yang telah benar-benar berusaha dan masih saja menerima makian tidak berguna, rasanya sangat menyedihkan dan bikin sakit hatiiiiiiiiii.

Kata-kata ini paling sering diucapkan dalam pertengkaran antara pasangan. Dalam dunia kerja kadang juga sih. Dan ini sensitive banget. Saya juga pernah menerima kata-kata ini, dan terus terang memang menghujam jantung. Kok ya rasanya apa yang saya perbuat selama ini nggak ada artinya ya. Padahal saya sudah berusaha keras, tapi masih saja dianggap nggak ada gunanya.

Sebenarnya nggak usah dikata-kaian nggak berguna sama orang lain, kita saja masih sering merasa nggak berguna dengan sendirinya saat mengalami kegagalan. Dan saat seperti itu, selain tekad yang besar kita sebenarnya butuh dukungan dan penghiburan untuk bisa kembali tegar. Tapi kalau ditambah dengan umpatan nggak berguna dari orang lain, apa malah nggak tambah down mental kita?

Memang dibutuhkan kebesaran hati untuk mendaur ulang umpatan dari orang bahwa kita tidak berguna menjadi motivasi agar kita bisa berbuat lebih. Tapi sebagai orang yang punya hati dan otak waras, jangan sampai kita lah kita ikut-ikutan orang nggak punya hati dan nggak waras lainnya yang mengata-ngatai kita nggak berguna. Hargai sesama kita seolah dia memang bermartabat, walaupun dia pengemis sekali pun.

4.    You Are Ugly

Kata-kata ini jahat lho sebenarnya. Walaupun pada kenyataannya orang tersebut punya paras wajah yang memang nggak bagus dan memprihatinkan, jangan pernah mengucapkan ini hanya untuk menyakiti hatinya. Balik lagi pada penciptaan Tuhan, nggak semua orang diberikan anugerah untuk berparas tampan dan cantik. Kalau semua orang cantik dan cakep, nggak bakalan ada cerita Beauty and the Beast, Si Bungkuk dari Notre dame, Ugly Betty. Nanti semua orang maunya jadi artis dan Miss Universe. Bikin film juga jadinya susah, nggak ada yang mau berperan jadi tukang bakso atau pencopet, karena semua merasa wajahnya tampan untuk jadi pemeran utama.

Nggak lucu juga kan kalo semua orang cantik dan cakep, salon-salon nggak ada yang laku. Ngapain nyalon kalo sudah cantik? Terus teknologi juga nggak akan berkembang mungkin. Nggak bakalan ada inovasi-inovasi untuk melangsingkan tubuh dan melembutkan kulit. Nggak bakalan ada pujian-pujian bahwa : Wahhh, si A itu cantik yaa… Wahhh, si G itu manis yaa… Pasti jadinya membosankan. Memilih jodoh juga bakalan susah, karena semua terlihat begitu menggiurkan dan menggoda. Semua terlihat bagus dan menarik. Malah bingung mau suka sama yang mana. Hehehehehe.

Semua orang itu cantik dan cakep, apa pun kondisi fisiknya. Yang penting bagaimana hatinya kan? Percuma juga kalau cantik tapi hatinya bejat. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Saya kalau ditanya, pasti akan menjawab semua cewek itu cantik. Dan semua orang terlahir dengan kondisi masing-masing, tinggal bagaimana kita merawat pemberian Tuhan dan mengemasnya sehingga orang melihat kita menarik.

Saya paling sebal kalau ada cowok-cowok yang ngata-ngatain cewek ini jelek, cewek itu gendut, cewek sana hitam, bla bla bla bla… Kayak dia udah oke aja sampai berhak menilai orang seperti itu. Menurut dia memang jelek, tapi menurut orang lain bisa saja cantik. Apa lagi kalau ada yang bilang cantik itu relative dan jelek itu mutlak. Pengen saya tabok nih orang yang ngomong seperti itu. Coba dia menempatkan diri pada posisi orang yang dikata-katainnya itu, yang tidak seberuntung dia mendapatkan kondisi fisik yang bagus!

Orang-orang yang suka menghina kondisi fisik seseorang, apa pernah berpikir bagaimana rasanya menjadi salah satu dari mereka? Apa pernah membayangkan bagaimana rasanya? Apa pernah merasakan deritanya jadi orang yang hanya mampu melihat orang lainnya yang lebih menarik dari dirinya dengan pandangan mengagumi? Hey, we are beautiful no matter what they say lho… Don’t ever let the words “you are ugly” bring you down! Yakini lah bahwa apa pun kemasan dan casing kita, kita ini berarti sebagai manusia. Dan Tuhan tetap melihat kita sebagai sesuatu yang indah.

5.   You Don’t Afford To Do It

Ya, perkataan ini juga sangat menjatuhkan semangat dan mental.  Underestimate seperti ini membuat kita seolah sangat bodoh dan tidak punya kemampuan untuk melakukan sesuatu, seolah kita tidak dipercaya dan tidak diyakini mampu. Padahal kan kita belum juga mencoba. Dan bagaimana orang yang mengatakan hal itu kepada kita tahu kita bisa atau tidak padahal kita belum mencobanya? Diremehkan seseorang memang sangat menyakitkan dan menjengkelkan.

Saya punya seorang mantan bos yang saya kagumi. Mantan bos saya ini selalu memiliki keyakinan bahwa kami, anak buahnya, mampu untuk melakukan hal-hal yang bahkan kami sendiri tidak yakin dapat melakukannya. Dia selalu berkata : “kamu bisa”, “halahh, keciiilll itu buat kamu”, “hanya begitu saja kamu pasti mampu” dan kata-kata lainnya yang memberikan motivasi serta dorongan. Dan suntikan kepercayaan diri dari dia memang manjur, karena keyakinan yang dia tanamkan membuat kami berusaha agar mampu melaksanakan hal yang telah diyakini mampu dilakukan. Dan kalaupun ternyata kami gagal, dia akan berkata : “kamu gagal bukan karena kamu tidak mampu, tapi karena memang belum saatnya.”

See? Itulah yang harusnya terjadi pada setiap manusia, meyakini sesamanya bahwa mereka mampu melakukan sesuatu hal. Bukannya belum-belum sudah bersikap skeptis. Kita bisa karena kita merasa kita mampu. Dan saat ternyata kita tidak bisa, dengan kepercayaan bahwa kita mampu, kita tidak akan mudah patah semangat dan akan mencobanya kembali. Hal ini berbeda dengan sikap underestimate bahwa kita nggak mampu. Dari awal saja sudah dicap tidak mampu, dan saat ternyata kita benar-benar tidak mampu, pasti orang yang melabeli kita tidak mampu ini akan semakin meyakini bahwa kita tidak mampu.

Manusia itu mampu. Lihat bagaimana Nabi NUh bisa membangun bahtera sebesar itu? Ingat bagaimana bangsa Mesir bisa membangun pyramida yang masih menjadi mystery? Bagaimana akhirnya manusia bisa melawan grativasi? Bagaimana Edison menemukan lampu? Bagaiman manusia akhirnya bisa menjelajahi Luar Angkasa? Semua itu berdasarkan keyakinan bahwa mereka mampu. Optimis!

Nggak ada seorang pun yang bisa menghakimi kita mampu atau tidak. Kita sendiri lah yang mengetahui kapasitas diri kita, kita sendiri yang bisa membuat diri kita mampu melakukan sesuatu hal. Seperti slogan Presiden Obama saat kampanye : “YES WE CAN!” Yes, we can lho! Biar saja kita dianggap tidak mampu, justru kita buktikan kalau kita ini mampu.

Kata-kata yang paling tidak ingin kita dengarkan ini memang menjengkelkan, menyakitkan hati, menurunkan semangat, menghancurkan hati, menghujam jantung. Semuanya pasti pernah mengalaminya dan belajar darinya. Nggak enak kan rasanya menerima kata-kata tersebut? Berkaca pada diri sendiri, saya nggak suka menerima perkataan-perkataan tersebut, walaupun kata-kata itu bisa memacu diri sendiri untuk menjadi lebih baik. Namun mengingat bagaimana sakitnya menerima umpatan-umpatan dan perkataan itu membuat saya berhati-hati agar tidak sampai mengatakannya kepada orang lain.

Jika di masa lalu ada yang pernah tersakiti akibat perkataan-perkataan tersebut diatas, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kawan. Ternyata nggak enak ya di bilang bodoh, jelek, nggak mampu, dan nggak berguna. Ups, adakah seseorang yang pernah saya katakan : I don’t love you anymore? Yah, kalau itu mah memang masalah hati sih… Hehehehe (pembelaan yang nggak penting dan egois). Tapi saya mohon maaf atas semuanya. Kita semua bukan malaikat kan? J J J

Postingan Populer