Your Super Ex-Girlfriend





Dear para cowok… 
Sebagai wanita, kami akui kami terkadang menyebalkan dan nggak bisa ditebak. Kami juga banyak maunya dan kalian susah mengerti apa keinginan kami. Kami pencemburu, mungkin memang benar. Dan kalian pasti sering merasa jengkel melihat mood kami yang begitu gampang berubah naik dan turun. Kalian juga sering bingung mengenai jalan pemikiran kami dan bagaimana kami terlalu menggunakan perasaan kami ketimbang pemikiran kami. Tapi memang itulah keunikan kami sebagai wanita.
Banyak curhat kami yang sebenarnya ingin kami sampaikan agar kalian mengerti isi hati kami. Hanya saja karena sudut pandang pemikiran kita sering berbeda, curhatan kami lebih terdengar sebagai keluhan dan omelan ketimbang sesuatu yang harus didengarkan. Mungkin cara penyampaian kami yang penuh emosi membuat kalian malas juga mendengarkannya. Terkadang kalian pikir curhatan kami juga nggak penting-penting banget karena kalian memang tercipta untuk lebih santai dan simple dalam menghadapi sesuatu. Menonton Chicharito berlaga melawan Liverpool mungkin jauh lebih menarik dari mendengarkan kicauan kami yang seperti radio rusak.
Kalau kalian mau mendengar curhatan kami dengan seksama, sebenarnya ada banyak hal yang sama dalam pemikiran kita. Hanya saja lagi-lagi, kami ini memang mahkluk unik. Mungkin walaupun kita sepakat mengenai beberapa hal, dalam beberapa hal lainnya kami menjadi lebih perasa dan sensitive. Bukan karena kami egois dan tidak mau mengerti keinginan kalian, tapi karena perasaan kami memang diciptakan lebih rapuh dan lembut dibandingkan kalian.
Ini sedikit unek-unek yang ingin kami sampaikan mengenai the ex-factor kalian. Mungkin kalau kami menyampaikannya secara langsung hanya akan menyebabkan situasi yang tidak enak alih-alih  pengertian yang kami harapkan. Apalagi kalau saat itu situasinya kalian sedang lelah akibat seharian bekerja keras membanting tulang demi masa depan kita. Memang hanya hal kecil yang mungkin menurut kalian nggak penting. Tapi dengan menyampaikan ini mungkin kalian bisa lebih mengerti sudut pandang kami yang rumit dan penuh perasaan ini.
Ini curhatan kami mengenai mantan-mantan kalian.
1.      Don’t Tell Too Much Story About Your Ex

Off course, sebenarnya kami ingin tau siapa saja orang yang pernah mengisi hati kalian. Kalian tentunya ingin mengetahuinya juga. Hanya saja bisakah kalian tidak terlalu banyak menceritakan kisah cinta masa lalu kalian? Bukan karena kami tidak mau mendengarkan, karena kami para wanita diciptakan untuk menjadi pendengar yang baik.

Menceritakan terlalu banyak kisah tentang mantan kalian membuat kami cemburu. Memang terlihat gila dan tidak masuk akal, tapi itu lah kami para wanita, gila dan terkadang nggak masuk akal. Kami cemburu bukan karena takut kalian mengingat-ingat mantan kalian. Kami cemburu karena membayangkan ada orang lain yang pernah kalian cintai sama banyaknya seperti kalian mencintai kami saat ini. Kami cemburu karena wanita itu lebih dulu mendapatkan hati kalian. Kami cemburu karena cerita kalian membuat kami berimaginasi dan membayangkan cerita tersebut dan memproyeksikannya sebagai sebuah film dalam otak kami. Kami merasa cemburu karena ternyata kalian telah banyak melalui saat-saat indah bersama wanita lain sebelum kita bertemu.

Menceritakan kisah percintaan kalian dengan mantan-mantan kalian secara mendetail hanya akan melukai perasaan kami, kecuali kami sendiri yang meminta kalian untuk menceritakannya. Mengertilah bahwa kami lebih tertarik untuk mendengarkan jika kalian bercerita kisah tentang pertemuan kedua orang tua kalian, atau kisah tentang bagaimana saudara kalian melamar pasangannya.

Menceritakan secara detail tentang film favorite kalian bersama mantan, lagu favorite kalian bersama mantan, tempat favorite kalian bersama mantan, terdengar sangat memuakkan bagi kami. Justru dengan kalian menceritakan terlalu banyak detail seperti itu, akan menimbulkan rasa kebencian kami pada mantan kalian, pada lagu kesayangan kalian, pada tempat favorite kalian, pada makanan kesukaan kalian…

Kami tidak peduli mengenai detail bagaimana kalian dulu menjalani kisah cinta kalian. Karena itu masa lalu. Masa sekarang dan masa depan kalian sekarang adalah bersama kami, dan hal yang kami pedulikan adalah bagaimana kalian bisa bahagia dimasa sekarang dan masa mendatang kalian bersama kami.

2.      Don’t Compare Us With Your Ex

Oke, mungkin saja mantan kalian itu lebih cantik, lebih putih, lebih molek, lebih pintar, lebih memukau dan lebih dalam segala hal dibandingkan kami. Tapi bisa kah kalian mencoba untuk tidak membanding-bandingkan kami?  Karena itu sangat menyakitkan bagi kami. Kami sadar kami tidak bisa sempurna seperti yang kalian harapkan. Tapi saat kalian mengharapkan kami untuk menjadi seperti yang kalian mau dan harapkan, jangan memintanya dengan cara membandingkannya dengan mantan kalian.

Misalnya kalau kami ternyata tidak pandai memasak sementara mantan kalian sangat pintar memasak dan kalian ingin kami dapat memasak dengan lebih baik. Jangan pernah katakan kalau mantan kalian saja bisa memasakan kalian apa pun yang yang kalian inginkan. Cukup bilang dengan manis : “Sayang, aku suka kalau kamu masakin aku. Belajar bikin masakan kesukaan ku ya.”

Atau seandainya jika cara berdandan kami tidak sesuai dengan selera kalian. Jangan pernah berkata : “Mantanku dulu pinter banget dandan, kesannya natural dan fresh.” Perkataan ini akan membuat kami sedih. Mungkin akan lebih manis kalau kalian mengatakannya : “Sayang, make upnya dikit aja. Kamu sudah cantik kok nggak usah dandan.”

Membandingkan kami dengan mantan kalian membuat kami merasa rendah diri dan kepercayaan diri kami berkurang, seolah mantan kalian selalu lebih baik dibandingkan kami. Dan akibatnya, kami akan berusaha agar kalian melihat kami lebih baik dari mantan kalian. Kalau hasilnnya positive sih nggak apa-apa. Nggak ada ruginya buat kami dan malah menjadiakan kami lebih baik. Tapi bagaimana kalau hasilnya mengakibatkan kami menjadi orang lain dan kehilangan identitas diri kami?

3.      Don’t Get Too Close To Your Ex

Kami tidak meminta kalian untuk memusuhi, menciptakan perang teluk, melakukan embargo, memutuskan hubungan diplomatik dan mencekal peredaran barang-barang mantan kalian. Kami hanya meminta kalian lebih memperhatikan perasaan kami dengan tidak terlalu dekat dan tidak terlalu membina hubungan yang “baik” dengan mantan kalian. Kalian mengerti kan?

Tolong jangan menghubungi mereka kecuali dalam kondisi mendesak. Saling berkirim pesan dengan mantan kalian untuk bernostalgia sama sekali tidak bijaksana menurut kami, apalagi menelpon mereka di saat kalian tiba-tiba teringat akan mereka. Mereka memang bagian dari masa lalu kalian, untuk itu tempat mereka adalah dalam masa lalu. Masa sekarang kalian adalah bersama kami. Maka jalanilah masa sekarang kalian ini bersama kami.

Apalagi jika kalian masih saja hang out dan bertemu tanpa sepengetahuan kami. Ow ow ow… Sakitnya hati ini… Bagaimana pun kalian pernah terikat oleh hubungan romantisme yang berdasarkan cinta. Pertemuan kalian mungkin saja ditujukan untuk membina hubungan baik. Tapi cinta itu bisa tumbuh kembali seiring dengan perjumpaan kalian lho, karena dalam kenyataannya manusia memang tidak mudah menghilangkan perasaan mendalam yang pernah dirasakannya kepada seseorang.

Kalau kalian memang telah bersepakat untuk terus berteman walau telah berpisah, bagaimana jika kalian tetap melakukannya dengan melibatkan kami? Kenalkan kami dengan mantan kalian -yang kalian katakan kepada kami sudah seperti adik sendiri itu-. Dengan kami mengenal mereka, akan lebih mudah bagi kami untuk me-manage perasaan cemburu kami.

Permohonan kami agar kalian tidak membalas pesan atau tidak mengangkat telepon mereka bukan berarti kami adalah wanita jahat dan tidak berperasaan. Itu kami lakukan untuk melindungi hubungan kalian dengan kami. Kami tidak ingin nantinya ada duri dalam daging. Yah, kalian memang milik kami saat ini. Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa mantan kalian itu tidak tengah berusaha mendapatkan kalian kembali?

Dengan menjaga jarak kalian dengan mantan kalian, berarti kalian berusaha untuk menghargai dan menghormati hubungan yang kalian bina dengan kami saat ini. Ingat lah, mereka adalah bagian masa lalu. Masa sekarang kalian ada bersama kami.

4.      Don’t Keep Your Personal Memories Stuff

Menyimpan foto-foto kenangan mereka dalam folder lengkap di laptop kalian sangat mengganggu kami. Kalau kami membiarkannya dengan tidak menghapusnya, itu bukan berarti kami tidak terluka dan ingin mengahapusnya. Percayalah, hati kami menangis saat melihat hp kalian masih saja menyimpan fotonya. Hanya saja kami tidak ingin lancang untuk menghapusnya. Kami berusaha untuk menjaga privasi kalian, itu sebabnya kami memilih diam hingga kalian sadar dengan sendirinya untuk menyingkirkan foto itu. Ketidakrelaan kalian menyingkirkan foto-foto mereka dari benda-benda personal kalian seperti hp dan laptop bagi kami terlihat seperti kalian belum ingin melepaskan kenangan tentang mereka.

Benda-benda memori kalian berdua, tolong simpan ditempat yang jauh. Biarkan saja tetap tersimpan seperti itu. Kami tidak meminta kalian untuk membuangnya ke sungai Nil seperti Musa dibuang ke sungai Nil. Kami tidak meminta kalian membakarnya seperti demonstran yang membakar foto presiden kita dengan anarkis. Cukup simpan saja dengan rapi. Biarlah itu menjadi kenangan yang tersimpan dengan rapi.

Dan oke, mungkin kemeja serta jam tangan pemberian mereka memang keren dan mahal, dan mengenakannya memang membuat kalian terlihat lebih tampan. Tapi mengenakan baju pemberian mantan kalian sementara kalian tengah berkencan dengan kami, bukan kah itu terlihat “sesuatu banget”? Kalian bisa saja membela diri dengan berkata : “Ya ampun, ini kan cuma benda. Yang penting kan hati aku buat kamu seutuhnya…” Ya ya ya, kalimat ini sering sekali terdengar. Tapi kalian bisa juga kan tetap memberikan hati kalian seutuhnya kepada kami tanpa mengenakan benda-benda tersebut?

Tolong, simpan semuanya dan jauhkan dari hadapan kami.

5.      Don’t Be Too Kind To Your Ex

Sebagai manusia kita memang harus saling mengasihi dan menolong sesama. Tetapi kalian nggak perlu kan selalu datang menyelamatkan serta menolong mantan kalian bak seorang super hero? Mantan kalian itu sebenarnya mampu kok melakukan hal-hal sendiri tanpa meminta bantuan kalian. Lagi pula, manusia di dunia ini yang bisa diminta pertolongannya bukan hanya kalian. Lantas apa maksud mantan kalian itu, masih saja mencari-cari alasan dengan meminta pertolongan kalian?

Ingatlah, kalian itu saat ini adalah eksklusif milik kami. Kami akan dengan senang hati membiarkan kalian menolong sahabat wanita kalian atau tetangga kalian yang membutuhkan bantuan. Yah, dalam situasi mendesak kami pasti akan membiarkan kalian menolong sang mantan. Tapi kalau hal yang dia minta tolong adalah hal-hal nggak penting yang sangat mengganggu, kenapa kalian tidak belajar untuk mengacuhkannya?

Apalagi nih ya, kami paling sebal kalau kalian harus menelpon dia atau mendatangi dia saat dia bercerita bahwa dirinya sedang sakit. Apa maksudnya coba ya? Dia kan punya keluarga yang bisa dia andalkan. Kenapa harus kalian, mantannya, yang diminta pertanggungjawaban atas sakitnya? Bukannya kejam. But life must go on. Kehidupan kalian dan kehidupan mantan kalian sekarang berada pada jalur yang berbeda. Live your life and she will live her life too.

6.      Don’t Make Them As Your Priority

Ini bukan berarti kami kejam dan tidak berperasaan. Tapi karena kalian saat ini menjalin hubungan dengan kami, bisakah kalian lebih mengedepankan perasaan kami dibandingkan perasaan mantan kalian itu? Ingat lah kembali, kalian menjalankan masa sekarang ini dan mungkin juga masa mendatang dengan kami. Kalian tidak bisa selalu menyenangkan hati semuanya. Mustahil kalian bisa menjaga perasaan semua orang dimuka bumi ini. Jika kalian memaksakan untuk selalu menjaga perasaan mereka dan juga perasaan kami, maka kalian sendiri lah yang nantinya akan merana. Terkadang kebahagiaan kita lah yang harus diutamakan, dan memang harus ada yang dikorbankan.

Dan bisakah kalian lebih mempercayai kami dibandingkan mantan kalian? Dalam beberapa hal saat terjadi perselisihan, tolong lah agar lebih mempercayai kami, kecuali jika terbukti dengan sangat nyata kami memang tidak benar. Ini bukan berarti mantan kalian salah atau tidak. Yang terpenting adalah dimana kalian meletakkan kepercayaan dan kesetiaan kalian.

Dear para cowok, mantan kalian sebenarnya bukan ancaman bagi kami jika kalian bisa menempatkan dia dengan tepat sesuai porsinya sebagai mantan, dan menempatkan kami dengan tepat sesuai porsi kami sebagai pasangan kalian. Hidup berdampingan memang indah. Tapi hidup berdampingan jika terlalu berdempet-dempetan dan dan berdesak-desakan tentunya nggak enak. Yang ada kita akan sesak nafas, tertindih dan tidak leluasa.

Yakin lah, jika kalian bisa bijaksana dalam menempatkan hal ini, kami sebagai pendamping kalian yang baik akan membalas penghormatan dan penghargaan kalian berlipat ganda. Karena kodrat kami wanita diciptakan sebagai pendamping kalian adalah untuk selalu menghormati dan menghargai kalian.

Hei, jangan kerutkan kening kalian dengan tatapan tidak terima seperti itu. Kami bukannya tengah menghakimi kalian. Kami tengah menumpahkan unek-unek kami. Ini kan apa yang kami rasakan sayang. Kami terlalu menyayangi kalian hingga merasakan hal-hal ini. Dan kita bisa membicarakan hal ini baik-baik. Jadi singkirkan kerutan dikening kalian itu, duduklah disamping kami, rangkulah kami dengan hangat, tersenyumlah untuk mendamaikan suasana dan kami akan berusaha menahan emosi kami yang labil. Kita bicarakan ini dengan penuh kasih sayang dan pengertian satu sama lain.

Kalian kan masa sekarang kami. Dan juga masa depan kami.

Sincerely,
Your girls.

Postingan Populer