Sajak-Sajak Idiot


Selamat pagi bintang,
Jangan kau marah padaku,
Karena aku akan cukup kejam padamu,
Aku akan menghujatmu binarmu,
Aku katakan dengan tegas cahayamu tidak terlihat begitu menawan lagi.

Selamat malam matahari,
Kau pikir kau itu siapa?
Jangan lah dirimu begitu sombong!
Kau tidak cukup benderang,
Kenyataannya panasmu memuakkan!
Kau tidak cukup berharga jika dia masih bernafas dibawah naunganmu.

Bulan, Bulan, sesungguhnya kau itu jelek,
Kau menyedihkan!
Kau hanya rampas cahaya Matahari dan pantulkan lewat badanmu yang berlubang.
Siapa yang bilang kau menarik?
Tidak mungkin kau bisa menandinginya.
Tidak akan bisa kau samai eloknya.

Pangeran-pangeran dari negeri dongeng?
Seriously?
Tidak kah mereka anak manja yang hanya menunggu kematian ayah mereka demi tahta?
Mereka tidak cukup bagus tanpa mahkota,
Mereka terlihat bodoh dengan celana ketat dan kuda jelek yang mereka tunggangi.
Mereka hanya karya basi tanpa perwujudan.

Tuksedo bertopeng tidak nyata walaupun tampan,
Kotaro Minami bahkan mustahil ada,
Shinichi sangat memukau, tapi dia hanya anak sma malang yang mengkerut dalam tubuh Conan.
Dan aku cukup tolol menganggap David Beckham sempurna,

Kάmü yang paling nyata,
Kάmü yang paling benar,
Kάmü yang paling tepat.

Kamu satu satunya orang yang mampu membuat aku menjadi begitu idiotnya,
Hingga menulis puisi idiot ini di pagi buta dengan senyuman idiot menghiasi wajah.
Begitu idiotnya hingga mencium fotomu berjuta kali hingga buram layar ponselku,
Sungguh terlalu idiotnya hingga masih saja melanjutkan menuliskan puisi idiot ini.
Keterlaluan idiotnya hingga bahkan masih terpesona olehmu saat merangkai kata tentangmu.

Kamu segala-galanya alasan ketidakwarasanku,
Kamu sebab setiap kata penuh cintaidiot tercipta,
Hingga lumpuh otak ini memikirkanmü.
Hingga keram hati ini merindukanmu.
Hingga lelah mata ini mengkhayalkanmu.

Kamu sejuta rasa terangkum dalam satu wujud.
Kamu begitu berharga. 

Teruslah begitu.

Karena seribu tahun berlalu pun aku akan tetap menjadi idiot seperti ini karena pesonamu.
Begitu pula seribu tahun berikutnya aku akan terus menjadi idiot seperti ini karena pesonamu.
Seolah seribu tahun yang aku habiskan dengan keidiotan ini belum cukup untuk mengagumi pesonamu.

Jangan sadarkan aku.
Jangan waraskan aku.
Aku bahagia menjadi idiot seperti ini.
Karena dunia keidiotan ini hanya antara kάmü dan aku.
Karena dunia keidiotan ini tidak bisa dipahami dan dimasuki orang lain.

Dalam dirimu aku temukan wonderland,
Fantasi, kenyataan, petualangan, negeri seribu satu malam,
Violet punakan berubah merah dalam dunia idiot ini,
Hamparkan rumpun rumpun jelaga bertukar eMas.

DFVH

Teruslah membuat ku idiot seperti ini.

Postingan Populer