Elegi Malam Yang Terlalu Gulita dan Pagi Yang Tidak Terlalu Gulita


Ada malam-malam,
Di mana malam menjadi terlalu gulita,
Dan bernafas pun menjadi terlalu susah,
Sebuah hati membatu
Dan mulailah lagi putaran piring hitam ke lagu awal.

Ada pagi-pagi,
Di mana pagi tidak terlalu benderang,
Dan bernafas pun tidak terlalu mudah,
Sebuah sikap mengkristal
Dan mundurlah lagi putaran pita video ke adegan awal.

Ada banyak kekecewaan-kekecewaan dikesampingkan,
Lebih banyak kecemasan-kecemasan terselubung,
Terlalu banyak kesedihan-kesedihan tak terluapkan,
Membeludak lah emosi-emosi yang tidak pada tempatnya.
Tentu karena ada malam-malam yang terlalu gulita,
Dan pula pagi-pagi yang yang tidak terlalu benderang.

Teori ku masih saja tak sempurna.
Pemikiranku ternyata masih belum bisa menjangkau.
Percuma lah sudah semua analisa dan metode.
Saat zero point yang di bangun ditempat yang salah mencelakakan dan menyesatkan para navigator.
Pahamkah kita?

Alegori-alegori ku mungkin tidak dapat dicerna,
Sakarsme-sakarsme ku tidak cukup menarik minat,
Ironi-ironi yang hanya menggelantung di udara,
Sinisme-sinisme mubazir yang akhrinya menjadi tanpa makna.
Sementara tak satu pun majas yang tampaknya tepat untuk diungkapkan lagi.

Ƴα,
Mungkin masih akan ada malam,
Di mana malam menjadi terlalu gulita,
Dan bernafas pun menjadi terlalu susah.
Mungkin masih akan ada pagi,
Di mana pagi tidak terlalu benderang,
Dan bernafas pun tidak terlalu mudah.
Saat zero point yang dibangun ditempat yang salah mencelakakan dan menyesatkan para navigator.

Hukum rimba sama sekali bukan sebuah solusi,
Sementara hukum cinta kasih tidak terlalu dapat dicerna dengan baik,
Perjuangan tanpa akhirlah mungkin adalah tolak ukurnya.
Sungguh, lembutnya airpun dapat melubangi kerasnya karang.
Seharusnya aku mempelajarinya dari fenomena itu.
Tempo dan waktu bukan lagi hal yang harus di permasalahkan namun diperhitungkan.

Sungguh,

Masih akan ada malam,
Di mana malam menjadi terlalu gulita,
Dan bernafas pun menjadi terlalu susah.
Masih akan ada pagi,
Di mana pagi tidak terlalu benderang,
Dan bernafas pun tidak terlalu mudah.

Saat sebuah hati membatu.
Saat sebuat sikap mengkristal.

Namun air itu lembut, namun air itu teguh.
Akan dia lumatkan hati yang membatu.
Dan akan dia haluskan sikap yang mengkristal.

Postingan Populer